Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Perang Teluk Persia, Ketika Irak Menyerang Kuwait


Setelah 8 tahun berperang dengan Iran (1980-1988), Irak mulai kembali menata negaranya. Akibat perang 8 tahun Irak memiliki banyak hutang dengan negara lain diantaranya dengan kuwait yang mencapai $30 miliar, oleh karena itu Irak dibawah pimpinan Saddam Hussein pada 1990 Saddam berencana untuk meminta negara-negara di teluk arab untuk memotong produksi minyak mereka kemudian menaikkan harga minyak dunia. Namun negara-negara teluk menolak usulan tersebut, Saddam merasa dikhianati oleh negara-negara arab karena keengganan tersebut.

Kemudian Irak beralih ke Kuwait dan menuduh negara tersebut telah mencuri persediaan minyak disepanjang perbatasan Rumayla, Irak mengerahkan sejumlah pasukan besar ke perbatasan Kuwait. Pada tanggal 2 Agustus 1990 Saddam memerintahkan pasukannya menyerbu wilayah Kuwait  dengan  120.000 pasukan yang terdiri dari 7 divisi didukung dengan ribuan tank memasuki perbatasan Kuwait dan dengan cepat dapat di kuasai kemudian angkatan udara Irak membombardir Kuwait City dihari yang sama. Kekuatan angkatan perang Kuwait tidak bisa membendung laju tentara Irak namun begitu, Pasukan Kuwait dapat memperlambat gerak maju tentara Irak untuk kemudian dimanfaatkan untuk mengungsikan keluarga kerajaan kuwait menuju Arab Saudi.

Tak lama setelah didudukinya wilayah Kuwait Saddam Hussein mengumumkan Kuwait sebagai Provinsi ke-19 dari Irak.

Merespon invasi tersebut PBB mengeluarkan resolusi serta mengecam tindakan Irak, dunia internasional mengutuk dan memulai memberikan sanksi, pemutusan hubungan dagang , hingga embargo terhadap Irak.

Kedatangan Pasukan Koalisi

Pihak Kerajaan dipengasingan dengan segera meminta bantuan kepada Amerika Serikat. Arab Saudi yang juga khawatir wilayahnya akan ikut diserang oleh Irak mengundang Amerika untuk ikut masuk dalam perang tersebut. Pada 3 Agustus 1990 PBB memperingatkan Irak untuk menarik pasukannya dari Kuwait, tiga hari kemudian raja Fahd dari Arab Saudi bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Richard Cheney untuk meminta bantuan AS. Sebelumnya Saddam Hussein begitu percaya diri bahwa negara-negara teluk tidak akan meminta bantuan dari barat untuk masuk ke Timur Tengah. Namun prediksi Saddam Hussein meleset 2/3 dari 21 negara teluk meminta intervensi luar khususnya dari NATO.

Aksi Pasukan Sekutu di Pertempuran (Photos By Wikipedia)
Setelah itu pasukan sekutu yang dipimpin oleh AS mulai menumpukkan kekuatan militernya di beberapa negara teluk. Pesawat dan pasukan darat dikirim ke Mesir, Arab Saudi dan beberapa negara Teluk lainnya.
Sementara di Kuwait, Irak menambah kekuatan pasukannya hingga mencapai 300.000 pasukan, untuk mendapatkan simpati dari masyarakat muslim Saddam menyebut perang tersebut sebagai Jihad, perang suci melawan Koalisi.

16 Januari menjadi awal perang, setelah sebelumnya PBB mengumumkan mengesahkan” semua cara yang diperlukan” untuk melawan Irak jika tidak menarik pasukannya paling lambat 15 Januari dimana pesawat tempur dan bomber pasukan koalisi melakuakn kampanye pemboman lewat udara dengan target instalasi militer terutama fasilitas AU serta senjata anti pesawat dan instalasi sipil Operasi tersebut dikenal sebagai Operasi Desert Storm.

Selama 42 hari kekuatan udara NATO terus menggempur Irak dengan lebih dari 100.000 serangan serta menjatuhkan 88.500 ton bom, operasi tersebut dipimpin oleh Letnan Jenderal USAF Chuck Horner.
Pada pertengahan februari tepatnya tanggal 24 Februari pasukan koalisi meluncurkan operasi darat yang dikenal dengan Operation Desert Sabre yaitu serangan ofensif koalisi dari timur laut arab Saudi ke wilayah kuwait dan selatan Irak dalam waktu 3 hari pasukan koalisi dapat merebut kota Kuwait. Smentara pasukan lapis baja AS maju sejauh 200 km ke irak dari arah barat Kuwait dan menghancurkan pasukan cadangan lapis baja irak dari belakang garis pertahanan Irak.
Pada 27 Februaru pasukan koalisi berhasil menghancurkan sebagian besar unit pasukan Garda Republik Irak yang mencoba membuat pertahanan di al-Ba’rah bagian tenggara Irak.
Sehari setalahnya 28 Februari Presiden G. Bush mengumumkan gencatan senjata, dan perlawanan pasukan Irak telah hancur. Irak akhirnya menyetujui syarat yang diajukan sekutu diantaranya Irak mengakui kedaulatan Kuwait dan menyingkirkan semua senjata pemusnah massal (nuklir, biologi dan kimia). Tidak ada angka resmi mengenai jumlah pasukan Irak yang ikut bertempur namun diperkirakan berjumlah 180.000 sampai 630.000 dimana Irak kehilangan 8.000 sampai 100.000 tentaranya sedangkan di pihak Koalisi kehilangan sekitar 300 tentara.

Serangan Rudal Scud Irak ke Israel

Selama 7 minggu pertempuran setidaknya terdapat 88 rudal scud yang dilepaskan dari Irak. Irak mencoba melakukan tindakan provokasi untuk menarik Israel kedalam Perang, Irak yakin jika Israel ikut dalam perang tersebut maka negara-negara teluk akan menarik diri karena tidak akan ikut berperang bersama Israel.

Warga Sipil Israel Menggunakan Masker Untuk Menghindari Senjata Kimia Irak yang Dibawa Rudal Scud (Photos By Wikipedia)
Presiden Bush kemudain membujuk PM Israel untuk tidak melakukan pembalasan terhadap Irak dan menarik kembali jet tempurnya AS Khawatir jika Israel menyerang Irak negara-negara Arab akan meninggalkan koalisi. 

Sebanyak 74 warga Israel dalam serangan tersebut diduga rudal Scud tersebut mengangkut senjata kimia dikarenakan korban tewas mengalami lemas dan sesak nafas.

Ada kejadian unik dimana 137 pesawat Irak melarikan diri dengan menyeberangi perbatasan Iran dan mendarat disana untuk menghindari pasukan koalisi, 137 pesawat tersebut tidak pernah kembali setelah perang berakhir. Kejadian ini sangat aneh sekaligus konyol karena seblumnya Irak dan Iran terlibat Perang selama 8 tahun dan bakhir 2 tahun sebelum penyerangan Irak atas Kuwait.

RAF dan Supremasi Udara Britania Raya



RAF (Royal Air Force) atau Angkatan Udara Kerajaan Inggris adalah kekuatan udara milik Inggris peran RAF sangat vital selama berlangsungnya Perang Dunia II dengan menjadi pesaing Luftwaffe yaitu angkatan udara Jerman. Selama periode Perang Dunia II keduanya sering terlibat pertempuran sengit. Pertempuran yang paling terkenal yang melibatkan dua kekuatan Eropa ini salah satunya adalah Battle of Britain. 

RAF sendiri terbentuk pada 1 April 1918 di penghujung berakhirnya Perang Dunia I dan merupakan Angkatan Udara tertua di dunia meskipun RAF bukanlah negara pertama yang mengoperasikan pesawat sebagai mesin perang, Namun RAF merupakan angkatan udara pertama yang independen tanpa di kontrol oleh angkatan darat atau angkatan laut.  seiring dengan kebutuhan militer Kerajaan Inggris maka RAF menjadi kekuatan Udara terbesar di dunia pada saat itu.

Heinkel he 111 Jerman

 

Perang Dunia II
            3 september 1939 pukul 11 pagi inggris mengumumkan perang Terhadap Jerman sehari berselang mulai Jatuh korban dari pihak RAF 5 pesawat dari skuadron 9th di tembak jatuh dalam upaya penyerangan terhadap kapal perang Jerman di muara sungai Elbe. 20 september untuk pertama kalinya seorang Gunner RAF mengklaim telah berhasil menembak jatuh pesawat Jerman BF-109 saat berpatroli dekat Aachen. 29 november 1939 pesawat RAF jenis spitfires dari skuadron 602th dan 603th berhasil menembak jatuh sebuah pesawat pembom Luftwaffe yang merupakan pesawat pertama Jerman yang berhasil di tembak jatuh di ruang udara inggris. Insiden lain 12 wellington di tembak jatuh oleh pesawat Jerman dalam usaha penyerangan kapal perang jerman di Wilhelmshaven.

Battle of Britain
            Setelah seluruh perancis berhasil di kuasai Jerman, segera Hitler mempersiapkan aramada sepanjang pantai utara perancis untuk menginvasi inggris dengan sandi Opersi Sealion. Yang jadi masalah adalah daratan Inggris terpisah dengan daratan Eropa maka di butuhkan serbuan amfibi untuk benar-benar merebut tanah Inggris. Namun Inggris bukanlah negara lemah Inggris merupakan kekuatan tradisional Eropa terutama armada lautnya yang telah menjelajah seluruh dunia.

            Maka untuk mendukung Operasi Sealion maka Hitler memrintahkan Luftwaffe (AU Jerman) untuk menghancurkan objek vital di tanah inggris. Pada 10 juli Goring komandan Luftwaffe mengirim armada pesawat pembomnya untuk menyerang konvoi kapal Inggris di Selat Inggris dan ini menandakan dimulainya Battle Of Britain (pertempuran britania). Karena pada saat itu Luftwaffe unggul jumlah pesawat yaitu 2.550 pesawat aktif berbanding 1.963 pesawat aktif milik RAF, maka markas RAF mengintruksikan pesawatnya untuk menghindari Dog Fight dengan fighter Luftwaffe melainkan menyerang pesawat pembom  (bomber) Luftwaffe.
            12-14 agustus Goring memerintahkan pesawat dengan aramada yang besar untuk menyerang instalasi radar, lapangan udara, dan pelabuhan dll. 15 agustus terjadi pertempuran di udara London Luftwaffe mengerahkan ribuan pesawatnya untuk merebut supremasi udara di langit London namun RAF tak tinggal diam dengan semangat yang gigih RAF meladeni pertempuran Luftwaffe. Luftwaffe harus kehilangan 75 pesawatnya berbanding RAF yang kehilangan 34 Pesawat.
            Pada 25 Agustus 1940 , 81 pembom dari Bomber Command dikirim keluar untuk menyerang sasaran industri dan komersial di Berlin Sebagai Serangan Balasan Terhadap London beberapa hari sebelumnya. Bom itu dijatuhkan di seluruh kota, menyebabkan beberapa korban di kalangan penduduk sipil serta kerusakan di daerah pemukiman. Selama Agustus RAF kehilangan sekitar 200 pesawat.
            Pada sore tanggal 7 September Goering memegang komando angkatan udara Luftwaffe, dengan menggunakan 300 pesawat pembom dan 600 pesawat tempur. Pesawat Jerman terlihat berkerumun dilangit kota London. Penduduk London menderita kerugian besar. Pesawat pembom yang digunakan Jerman adalah Heinkel He-111, Junkers Ju-88 dan Dornier Do-17. Sistem pertahanan udara London yang lemah ditambah dengan masih belum rampungnya kekuatan utama Royal Air Forcer adalah sumber utama. Dengan kekuatan defensif menyedihkan tersebut, tak heran pesawat Jerman bisa membom kota dengan sedemikian hebat.
            15 september Luftwaffe mulai menyerang London dengan kekuatan 800 pesawat. Namun kedatangan pesawat Jerman telah terdeteksi radar memudahkan RAF untuk menyergap hasilnya sebanyak 56 pesawat Luftwaffe dapat di lumpuhkan sedangkan Inggris kehilangan 26 pesawat. Pada tanggal 13 Oktober, Hitler menunda kembali invasi "sampai musim semi tahun 1941", namun, invasi tidak pernah terjadi.
            Hingga akhir perang tercatat sebagtian dari pilot RAF merupakan warga negara kanada, australia dan negara persemakmuran Inggris lainnya.
            Kemenangan Inggris dalam Pertempuran Britania dimenangkan dengan biaya yang besar. Total kerugian sipil di Inggris dari bulan Juli sampai Desember 1940 adalah 23.002 tewas dan 32.138 terluka, dengan salah satu serangan tunggal terbesar pada tanggal 19 Desember 1940, di mana hampir 3.000 warga sipil tewas.Kepemimpinan brilian Dowding dan Keith Park berhasil membuktikan teori mereka di pertahanan udara, Namun keduanya dipecat dari jabatannya di segera setelah pertempuran itu.

Akhir pertempuran Inggris membangun kembali kekuatan militernya dan memantapkan dirinya sebagai benteng kuat bagi sekutu di Eropa.

U-Boot : Hantu Laut Jerman di PD I dan PD II



U-Boot : Hantu Laut Jerman di PD I dan PD II

            U-Boot merupakan sebutan bagi kapal selam buatan Jerman U-Boot sendiri kepanjangan dari “Unterseeboot” yang dapat diartikan sebagai “Perahu bawah laut” atau dalam istilah lain merujuk pada kapal selam. Selama periode Perang Dunia I-II U-Boot milik angkatan laut Jerman (Kriegsmarine) menjadi ancaman bagi kapal permukaan angkatan laut pihak sekutu dan juga kapal dagang yang sering menjadi sasaran tembak bagi awak U-Boot, samudera Atlantik menjadi medan operasi bagi awak U-boot Jerman.
Tahap Pengembangan 

 kapal selam pertama yang digunakan amerika dalm perang saudara



Kapal selam di gunakan pertama kali untuk kepentingan militer pada saat perang sipil di Amerika Serikat yang di gunakan oleh pasukan Konfederasi . kapal selam selam pertama yang dibuat di Jerman adalah Brandtaucher yang di desain oleh Wilhelm Bauer dan di bangun oleh Schweffel dan Howaldt di pelabuhan Kiel. Namun kapal selam ini tenggelam saat uji selam.


U-Boot pertama yaitu Brandtaucher


            Pada 1903 galanga kapal Friedrich Krupp Germaniawerft di kiel berhasil membuat kapal selam yang dapat beroperasi penuh yaitu Forelle yang berbobot 200 ton, dan diekspor ke Rusia selama perang Rusia-Jepang dan berhasil mengekspor 3 kapal selam lagi bagi angkatan laut Rusia.kekaisaran Jerman mulai tertarik dengan penggunaan kapal selam untuk kepentingan militer maka di perintahkanlah Gustav Berling untuk merancang kapal selam. Kemudian Gustav meminta bantuan galngan kapal Friedrich Krupp Germaniawerft untuk membangun kapal selam berdasarkan 3 kapal selam yang telah diekspor ke Rusia.
            April 1905 pembuatan di mulai setelah melalui banyak pengujian akhirnya 14 Desember 1906 kapal selam yang diberi nama SM U-1 mulai berdinas di layanan angkatan laut kekaisaran Jerman dengan lambung ganda, berbahan bakar korosin (minyak tanah) dan tabung torpedo tunggal. Kemudian pada 1908 di buat versi yang lebih besar yaitu SM U-2 dengan tabung torpedo ganda. Di tahun 1912 di buat kapal selam pertama yang menggunakan mesin diesel yaitu SM U-19 . pada awal-awal Perang Dunia I tercatat terdapat 48 kapal selam yang berdinas aktif di angkatan laut kekaisaran Jerman, SM U-1 kemudian digunakan untuk pelatihan awak baru.

 SM U-1


Perang dunia I
HMS Pathfinder menjadi korban Torpedo pertama yang di tembakakan dari SM U-21, pada 5 september 1914. Kemudian pada 22 september HMS Aboukir, HMS Cressy dan HMS Hogue tenggelam oleh kapal selam SM U-9 hanya dalam waktu 1 jam yang memakan korban sekitar 1.450 pelaut tewas.
Selama kampanye Galipoli 1915 di mediterania timur kapal-kapal selam U-boot terutama U-21 yang mencegat konvoi 18 kapal perang sekutu yang 2 diantaranya berhasil di tenggelamkan. Pada tanggal 20 Oktober 1914, SM U-17 menenggelamkan kapal dagang pertama, SS Glitra, dari Norwegia.
4 februari 1915 kaisar Jerman menyetujui deklarasi perairan zona perang disekitar kepulauan inggris untuk membalas inggris yang menyebar ranjau. Deklarasi zona perang ini mengizinkan para awak U-boot untuk menenggelamkan kapal dagang bahkan kapal yang netral sekalipun tanpa ada peringatan terlebih dahulu.
Pada tanggal 7 Mei 1915, SM U-20 menenggelamkan kapal RMS Lusitania. Penyerangan tersebut menewaskan 1.198 orang, 128 di antaranya warga sipil Amerika, dan serangan terhadap kapal sipil tak bersenjata ini sangat mengejutkan Sekutu. Menurut manifes kapal, Lusitania membawa muatan militer, meskipun tidak satu pun informasi ini disampaikan kepada warga Inggris dan Amerika Serikat yang menganggap bahwa kapal tersebut tidak mengandung amunisi atau persenjataan militer apapun dan itu adalah tindakan pembunuhan brutal. Kemudian peristiwa ini di jadikan propaganda oleh Amerika untuk turun dalam Perang Dunia I namun reaksi masyarakat AS sendiri tetap netral. 1915 SS Sussex berhasil di tenggelamkan yang kemudian memancing kemarahan AS yang akhirnya memutuskan hubungan diplomatik dengan Jerman dan memperingatkan untuk membatasi aktivitas U-Boot.


U Boot Jerman kembali efektif, menenggelamkan 1,4 juta ton pengiriman antara bulan Oktober 1916 dan Januari 1917. Pada tanggal 31 Januari 1917, Jerman mengumumkan bahwa kapal U-nya akan terlibat dalam peperangan kapal selam yang tidak terbatas. Mulai 1 Februari Pada tanggal 17 Maret, kapal selam Jerman menenggelamkan tiga kapal dagang Amerika, dan AS  mengumumkan perang terhadap Jerman pada bulan April 1917.
Pertempuran kapal selam yang tidak dibatasi pada awal 1917 pada awalnya sangat berhasil, menenggelamkan sebagian besar pengiriman yang menuju Inggris. Namun demikian, dengan diperkenalkannya konvoi yang dikawal, kerugian pengiriman menurun dan pada akhirnya strategi Jerman tersebut gagal menghancurkan pengiriman Sekutu . Gencatan senjata mulai berlaku pada tanggal 11 November 1918 dan semua kapal selam Jerman yang masih ada menyerah. Dari 360 kapal selam yang telah dibangun, 178 hilang.
berdasarkan ketentuan gencatan senjata, semua kapal U-boot harus segera menyerah. Mereka yang berada di perairan segera berlayar ke pangkalan kapal selam Inggris di Harwich. Seluruh proses dilakukan dengan cepat dan tanpa kesulitan, setelah itu kapal dipelajari, kemudian di-scrap atau diberikan ke angkatan laut Sekutu.
Perang Dunia II
Pada akhir Perang Dunia I, sebagai bagian dari Konferensi Perdamaian Paris, 1919, Perjanjian Versailles membatasi armada permukaan Jerman. Perjanjian tersebut juga membatasi tonase kapal secara independen dan melarang pembangunan kapal selam. Namun, sebuah kantor desain kapal selam didirikan di Belanda dan sebuah program penelitian torpedo dimulai di Swedia. Sebelum memulai Perang Dunia II, Jerman mulai membangun kapal U-boot dan pelatihan, memberi label pada kegiatan ini sebagai "penelitian" atau menyembunyikannya dengan menggunakan modus lainnya. Ketika Perang Dunia II dimulai, Jerman sudah memiliki 65 U-Boot, dengan 21 kapal di laut, siap berperang.
 Selama perang dunia II U-boot merupakan komponen utama armada laut Jerman dalam pertempuran atlantik. Perjanjian Versailles telah membatasi angkatan laut permukaan Jerman menjadi enam kapal perang (masing-masing kurang dari 10.000 ton), enam kapal penjelajah, dan 12 kapal perusak.
Di awal-awal perang U-boot sangat efektif untuk menghancurkan kapal yang ingin mengirimkan logistik ke sekutu utamanya di atlantik tengah yang tidak ter-cover oleh kekuatan udara. U-Boot selalu menghadang kapal yang menuju inggris karean inggris adalah negara industri yang membutuhkan suplai dari luar sehingga inggris perlu logistik dari luar untuk kelangsungan hidupnya.
Ketika Amerika masuk dalam kancah Perang Dunia II operasi U-boot semakin luas meliputi Atlantik, Pasifik, pantai timur Amerika, Teluk Meksiko, Afrika, bahkan hingga Ke timur jauh.
Kapal selam U-Boot di rancang dengan lambung kapal yang lebih mirip dengan kapal permukaan jauh berbeda dengan kapal selam selam modern yang dirancang dengan lambung silinder ini membuat U-Boot lebih sering muncul ke permukaan selain untuk mengisi ulang baterai dan oksigen dan U-boot kebanyakan menyerang pada malam hari dengan posisi muncul ke permukaan.
Diakhir Perang Dunia II tercatat 3000 kapal milik sekutu berhasil di tenggelamkan oleh terpedo milik U-boo angkatan laut jerman, diantaranyan 175 kapal perang, 2.825 kapal dagang. Pada saat itu ada dua jenis torpedo yang digunakan U-boot yaitu torpedo yang akan meledak ketika berbenturan dengan target dan torpedo magnetik dimana torpedo akan meledak ketika terjadi perubahan medan magnet dan akan meledak sebelum benar-benar menyentuh target. Namun justru torpedo jenis magnetis lah paling efektif karena ledakannya mengakibatkan gelombang kejut yang dapat membuat lambung kapal pecah karena tekanan ari yang hebat. Belakangan jerman mengembangkan jenid torpedo akustik G7/T5 yang ditujukan untuk konvoi sekutu, cara kerja kerja torpedo ini ketik torpedo dilepaskan kemudian torpedo akan mencari target suara yang paling bising yang terdekteksi namun kadang terpedo ini belaku bodoh setidaknya terhitung 2 U-Boot harus makan buah simalakam akibat torpedo yang berbalik menyerang dan tenggelam oleh torpedonya sendiri.
Efektivitas U-boot sendiri mulai luntur ketika sekutu menumukan teknologi radar, ditambah inggris berhasil memecahkan kode Enigma milik Jerman “Alan Turing” menjadi aktor di balik pecahnya kode Enigma.
Kelas submarine
·         Tipe I : prototipe pertama
·         Tipe II: kapal selam kecil dibuat untuk keperluan pelatihan
·         Tipe V: kapal selam midget eksperimental tidak lengkap
·         Tipe VII: U-Boot “workhorse” yang aktif pada PD II sebanyak 700 buah
·         Tipe IX : U-Boot jarak jauh beroperasi sejauh samudera hindia hingga jepang
·         Tipe X : mini layer jarak jauh dan angkutan kargo
·         Tipe XI : U-Boot artileri eksperimental yang belum selesai
·         Tipe XIV : digunakan untuk mengganti U-boot lainnya, di juluki Milchkun (susu sapi)
·         Tipe XVII : U-Boot kecil beroperasi di pesisir dengan sistem propulsi



Battle of Bulge: usaha terakhir Hitler di Teater Eropa



Battle of Bulge: usaha terakhir Hitler di Teater Eropa
16 Desember 1944 – 25 Januari 1945





Pada akhir 1944, setelah keberhasilan pendaratan di Normandia, D-Day di utara perancis yang menandai di bukanya front barat di teater perang Eropa. Setelah pendaratan pasukan sekutu bergerak melalui bagian utara perancis menuju belgia.
            Pada pertengahan desember Jenderal Dwight D. Eishenshower komandan tertinggi pasukan sekutu membagi pasukan menjadi 48 divisi yang kemudian disebar sepanjang laut selatan hingga swiss sejauh 600 mil (1000 km).
            Tempat yang dipilih jerman untuk melakukan counter-ofensif di daerah yang berbukit dan penuh pepohonan yaitu di Ardennes. Yang dapat memberikan kesulitan bagi pasukan sekutu untuk bergerak dengan serangan skala besar maka sulit untuk ditebak disinilah kemudian terjadi pertempuran yang dikenal dengan pertempuran Bulge (battle of Bulge) atau pertempuran hutan Ardennes
            Tujuan di lancarkan serangan ini adalah untuk memisahkan pasukan amerika untuk bergabung dengan pasukan sekutu yang telah berhasil mendarat di Normandia, dan membuat garis pertahanan di tengah lalu menghancurkan pasukan sekutu merebut Antwerp kemudian memaksa sekutu barat untuk melakukan perjanjian perdamaian. Pada operasi ini wehrmacht menggunakan sebutan resmi “Unternehmen wacht am Rhein” (operasi “jaga sungai Rhein”). . Pertempuran ini menjadi pertempuran terbesar yang terjadi di front barat Eropa, sekaligus menjadi pertempuran terbesar bagi pasukan Amerika.
            16 Desember 1944, pada pagi hari 05.30 diawali tembakan artileri sebanyak 1.600 artileri selama 90 menit. di tengah kabut salju di musim dingin, lebih dari 200.000 pasukan dan 1.000 tank di kerahkan dalam pertempuran ini. Melintasi sejauh 130 km, sekutu berhadapan dengan divisi panzer ke-6th pasukan Jerman, pasukan amerika telah mengantisipasi serangan dengan melokalisir serangan Jerman hasilnya sekutu dapat menyerang wahlerscheid di sektor utara. Dimana divisi ke-2th berhasil mendobrak cukup kuat di siegfried line. Terjadinya badai salju membuat kekuatan udara sekutu tidak dapat meng-cover kekuatan sekutu di darat karena pesawat sangat tidak mungkin terbang di tengah badai salju. Cuaca ini juga menimbulkan beberapa masalah bagi pasukan Jerman karena kondisi medan yang sulit sehingga menghambat gerak maju pasukan Jerman.
            Di bagian tengah divisi ke-5th pasukan panzer Von manteuffel melakukan serangan ke arah Bastogne dan St. Vith keduanya merupakan persimpangan yang strategis. Di selatan pasukan ke-7th Brandenberger bergerak menuju Luxemburg untuk mengamankan sisi sayap dari serangan sekutu.

            Sementara itu pengepungan Bastogne berlangsung di bagian tengah dimana serangan ofensif jerman telah berhenti, pertempuran di Elsenborn sebenarnya adalah bagian terpenting yang menentukan dari Battle of Bulge yang dapat menghentikan kemajuan unit dengan perlengkapan lapis baja terbaik pasukan Jerman dan memaksa mereka mengubah jalur yang tidak menguntungkan sehingga memperlambat kemajuan pasukan.
 Serangan di Monschau, Höfen, Krinkelt-Rocherath, and pegunungan Elsenborn di pimpin secara langsung oleh Adolf Hitler. Pasukan panzer ke-6th diberikan prioritas untuk persediaan dan perlengkapan dan telah ditugaskan untuk mengambil jalur paling mudah untuk melancarkan ofensif ke antwerp. Pasukan panzer ke-6th jerman bagian dari kesatuan elit Waffen-SS, terdiri dari 4 divisi panzer dan 4 divisi infanteri dalam 3 korp. Terdiri dari 4.800 Tentara dan 600 kendaraan, di lengkapi dengan tank terkuat dan terbaru Tiger II.
Pasukan panzer ke-6th dari unit infanteri mengalami perlawanan sengit dari divisi infanteri ke-2th dan ke-99th dari Amerika Serikat.

Pembantaian Malmedy
            17 Desember pukul 12.30 Kampfgruppe Peiper mendekati desa kecil Baugnez, setengah jalan dari kota Malmedy dan Ligneuville, mereka bertemu dengan Batalion artileri medan ke-825th, divisi ke-7th divisi lapis baja. Setelah pertempuran singkat pasukan Amerika menyerah dengan mudah.setelah dilucuti dan yang tertangkap (sekitar 150 pasukan) lalu berdiri di lapangan terbuka dekat persimpangan dengan pengawalan. Di duga pasukan SS yang memulai tembakan para tahanan panik dan mencoba lari 84 tahanan tewas dan beberapa selamat. Berita tentang pembantaian ini terdengar oleh sekutu di garis pertahanan.

Terus melaju ke tenggara Elsenborn Kampfgruppe Peiper bertemu dengan divisi ke-99th yang sedang istirahat membuat kebingungan pasukan Amerika. Dengan cepat mereka menghancurkan batalion ke-3 dari resimen infanteri ke-39 menghancurkan banyak unit lapis baja Amerika beberapa lusin tahanan yang terbunuh dan berhasil merebut persediaan bahan bakar milik tentara Amerika.
Pagi di tanggal 19 desember 1944, Peiper memberi kejutan kepada pertahanan Amerika atas Stoumont, dengan mengirim infanteri dari Resimen SS panzergrenadier ke -2th diikuti dengan serangan panzer merebut bagian sisi timur kota. Batalion tank amerika datang setelah terjadi pertempuran tank selama 4 jam akhirnya Peiper menduduki Stoumont pada pukul 10.30 Knittel bergabung dengan Peiper dan melaporkan bahwa Amerika berhasil merebur Stavelot kemudian Peiper memerintahkan Knittel untuk merebut kembali Stavelot.
23 Desember ditengah kondisi cuaca yang tak menentu, diikuti dengan serangan pasukan sekutu melakukan pemboman terhadap titik suplai dari pasukan Jerman di garis belakang pertahanan dan pesawat P-74 Thunderbolt mulai menyerang pasukan jerman yang ada di jalan-jalan dan membantu pertahanan kota Bastogne dengan men-drop obat-obatan, makanan, dan amunisi.
1 januari Jerman kembali melancarkan 2 operasi baru. 09.30 luftwaffe memulai Unternehmen Bodenplatte (operasi Baseplate) terhadap lapangan udara sekutu di low countries (sekarang bagian dari Benelux) menghancurkan sekitar 465 pesawat di pihak luftwaffe kehilangan 277 pesawat. Di hari yang sama pasukan grup G jerman (Heeresgruppe G) melancarkan serangan yang dikenal dengan Unternehmen Nordwind (operasi North Wind) menjadi serangan ofensif terakhir dalam teater eropa di front barat.
            15 Januari pasukan ke-7th corp VI divisi lapis baja Jerman bertempur di tiga sisi. Dan mundur ke selatan pada 21 Januari. Pertempuran berakhir pada 25 januari dengan kerugian di pihak Jerman.
89.000 korban tewas, 47.500 korban luka, dan 800 unit tank hancur di pihak Amerika Serikat. Sekitar 1.500 korban tewas di pihak Britania/Inggris Raya. Di pihak Nazi Jerman tercatat 67.200 korban tewas, 100.000 korban luka, dan sekitar 600 unit tank dan artileri hancur. Dan 3.000 warga sipil menjadi korban.

Battle of kursk: pertempuran tank terbesar dalam sejarah



Diikuti dengan malapetaka kekalahan NAZI Jerman di stalingrad selama periode musim dingin 1942-1943 atas Soviet. Pada 4 juli 1943 pasukan NAZI Jerman melancarkan serangan ofensive penting ke timur dengan sandi Operasi Citadel (Operation Citadel). Alasana penyerangan ini sendiri adalah balas dendam terhadap kekalahan jerman di stalingrad, sebenarnya Operasi Citadel di tentang oleh Heinz Guderian jenderal ahli strategi Jerman karena penyerangan ini tidaklah penting bagi posisi strategis jerman di front timur. Namun rencana Hitler ini di dukung penuh Oleh Kurt Zeitzler. Pada babak terakhir Operasi Citadel ada pertempuran Kursk (Battle of Kursk), melibatkan sebanyak 6000 tank, 4000 pesawat tempur dan 2 juta serdadu dari kedua belah pihak dan menjadi pertempuran tank terbesar dalam sejarah. Hitler berupaya terus menghancurkan kekuatan Soviet di front timur Eropa, pada periode ini front timur merupakan satu-satunya perlawanan terakhir di Teater Eropa karena eropa hampir seluruhnya jatuh, kecuali soviet dan Britania Raya di barat Eropa.

Jalannya pertempuran
             Sebenarnya Hitler merencanakan Operasi Citadel dilaksanakan  pada bulan maret atas usulan marshal Erich Von Manstein karena menurut Manstein serangan yang mendadak memungkinkan Jerman banyak menghancurkan kekuatan soviet. Hitler menerima usulan Erich von Manstein tapi oleh Hitler rencana ini di tunda karena Hitler menunggu sampai Tank panther selesai di produksi di angka maksimum untuk menghadapi Soviet di front timur. Penundaan ini menjadi keuntungan bagi tentara Soviet untuk mempersiapkan pertahanan mereka dan memperkuat garis pertahanan Soviet dengan cara memasang banyak ladang ranjau untuk menghalau gerak pasukan panzer Jerman.
            Jerman diperkuat 800.000 pasukan infanteri, 2.700 tank dan kendaraan lapis baja, 2000 pesawat tempur 10.000 artileri artinya sepertiga kekuatan jerman terkonsentrasi di pertempuran ini disisi lain pihak Soviet mengerahkan 1.300.000 pasukan infanteri, 3000 tank dan kendaraan lapis baja, 20.000 artileri medan, 2.400 pesawat tempur. Pasukan jerman dipimpin oleh Erich von Manstein, di pihak Soviet dipimpin oleh Zhukov.

            Pada 4 juli 1943 membuka dua front di utara dan selatan, di utara dipimpin oleh Jenderala Walther Model sedangkan di selatan di pimpin oleh Jenderal Erich Von Manstein. pasukan infanteri jerman melancarkan serangan di awali dengan serangan artileri kemudian diikuti serangan utama. Pada pukul 16.00 bagian dari divisi Panzergrenadier “großdeutschland” dari divisi 3rd dan 11rd berhasil merebut Desa Butovo dan bersiap untuk merebut Gertsovka sebelum tengah malam. Sekitar pukul 22.30, Vatutin memerintahkan 600 tembakan, mortar dan roket katyusha dari fron Voronesh untuk membombardir posisi depan Jerman terutama posisi korp II SS panzer.
            Pada 5 juli Soviet lebih dulu membombardir  pasukan jerman dengan artileri medan. Setelah bombardir selesai kurang dari 2 jam pasukan jerman dapat mengatur kembali barisannya kemudian Jerman memulai melancarkan serangan balik pada pukul 04.30 diawali dengan tembakan artileri 5.30 tank dan infanteri di turunkan dengan perlindungan udara pesawat Jerman. Serangan utama melibatkan 500 tank dengan formasi tank berat paling depan di ikuti medium tank kemudian dibelakangnya disusul pasukan infanteri. Jerman bisa maju 6 mil dari garis pertahanan Soviet dalam 24 jam serangan pertama tapi mereka harus membayarnya dengan 25.000 pasukan yang tewas dan luka, 200 tank rusak dan 200 pesawat. Pola yang sama terjadi di hari-hari berikutnya. Serangan ganas Jerman berhadapan dengan kokohnya pertahanan Soviet. Pada 10 juli pasukan ke-9 jerman telah kehilangan 2/3 tank nya. Tank tiger menjadi sasaran empuk bagi senjata anti-tank Soviet, komandan tank Soviet juga cepat belajar dari pertempuran sebelumnya merka akan menyerang sisi samping dari tank tiger yang lapisan bajanya lebih tipis dan lebih rentan terhadap serangan.

Pertempuran terbesar tank dalam Perang Dunia II terjadi pada 12 juli, melibatkan 1,500 tank di Prokhovka sekitar 50 mil sebelah tenggara Kursk. menjelang malam Jerman tak mengendurkan serangan mereka bertekad untun menerobos pertahanan Soviet namun gagal. Jerman kehilangan 350 tank 10.000 pasukan tewas dan terluka. Kekuatan Jerman di selatan telah hancur akibat serangan balik dari pihak Soviet. Pada hari yang bersamaaan Soviet melancarkan serangan ofensive ke utara dalam usaha merebut Orel. Pada 19 juli Soviet dapat maju sekitar 45 mil, angkatan udara Soviet menjamin luftwaffe tidak bisa lagi memberikan dukungan udara yang dibutuhkan pasukan Jerman. Pada 23 juli jerman menarik pasukannya kembali ke tempat mereka melakukan serangan pertama. Sekarang Soviet memiliki momentum untuk mengambil inisiatif pihak yang lebih dulu menyerang praktis Jerman hanya bisa bertahan. Menghadapi kehancuran pasukannya di Orel, Jenderal Model meminta izin kepada Hitler untuk menarik pasukannya ke garis Hagen. Model memperingatkan hitler bahwa wehrmacht menghadapi kehancuran seperti di stalingrad bila tidak di izinkan untuk mundur. Kemudian pasukan Jerman mundur 60- mil dari Orel dalam usaha untuk me-regroup pasukan. Pada saat waktu penarikan pasukan dilakukan pasukan Jerman telah kelelahan akibat serangan udara yang dilakukan angkatan udara Soviet. Pada 5 agustus 1943 Orel telah kembali ke tangan Soviet.

Tentara Jerman yang mundur menjadi sasaran empuk bagi pesawat-pesawat angkatan udara Soviet. Situasi yang sama terjadi juga di sektor selatan. Disini pasukan jerman menghadapi musuh yang kuat dimana tentara Soviet telah memiliki keuntungan ofensive. Di sektor selatan Jerman memiliki kekuatan 300.000 pasukan dan 600 tank. Soviet di sektor ini memiliki kekuatan hampir 1 juta pasukan termasuk pasukan cadangan dan lebih banyak tank. Soviet mulai melancarkan serangan ofensiv di sektor ini pada 3 agustus, dua hari kemudian mereka memasuki Belgorod. Pasukan dukungan yang beroperasi di wilayah ini kemudian mengangkut 1000 kereta yang berisikan Pasukan Soviet inilah mengapa pasukan jerman sulit leluasa untuk bergerak, keadaan ini menjatuhkan moral tempur pasukan Jerman. Pada 13 agustus Pasukan Soviet menghancurkan pertahanan luar dari kota Kharkov. Pada 23 agustus pasukan Soviet berhasil membebaskan kota Kharkov dari Tentara Jerman. Ini menandai berakhirnya pertempuran Kursk

Hasil Pertempuran
Akhir dari Operasi Citadel menjadi kemenangan strategis bagi Soviet bagi Jerman kekalahan ini sangat memukul kekuatan Jerman di front timur. Jerman kehilangan sekitar 200.000 pasukan tewaskan ataupun terluka, 500 tank, dan 200 pesawat tempur. Sedangkan di sisi Soviet mereka kehilangan 182.000 pasukan dan 424.000 pasukan terluka 1.500 tank dan 1000 pesawat tempur. Pertempuran ini menandai kegagalan jerman di front timur setelah kekalahan di stalingrad. Setelah pertempuran ini inisiatif serangan ofensiv diambil Soviet hingga akhir perang.