Showing posts with label geopolitik. Show all posts
Showing posts with label geopolitik. Show all posts

Korea Utara Membangun Kapal Selam Berkemampuan Rudal Balistik

Korea Utara mempublikasikan foto eksklusif perdana kepada dunia internasional dengan Kim Jong Un background kapal selam dengan kemampuan untuk meluncurkan rudal balistik. ini adalah kali pertama korea utara menunjukkan kapal selam diesel terbaru atau SSB.

pertama kali adalah media resmi korea utara yang mempublikasikan kunjungan pemimpin besar Korea Utara ke galangan kapal nasional Sinpo untuk menginpeksi pembangunan kapal selam tersebut.
Kim Jong Un sedang mengunjungi pembuatan kapal selam terbaru Korut

diindikasikan kapal selam ini memiliki kemampuan dapat meluncurkan rudal balistik berkemampuan nuklir, atau submarine launched ballistic missile atau SBLMs diketahui Korea Utara memiliki rudal yang dapat di pasangi nuklir warhead seperti Pukkuksong 1 atau kalangan intelijen AS menyebutnya dengan kode KN-11 dengan basis darat.

kemudian Korut juga sudah pernah mengujicoba jenis rudal lainnya yaitu Pokkuksong 2 atau KN-15 varian dari rudal sebelumnya. rudal ini juga memiliki kemampuan untuk membawa nuklir dengan rudal yang dimiliki bukan tidak mungkin Korut akan memasangkan rudal tersebut ke dalam tube kapal selam dan kabar terbaru menyebutkan negara tersebut sedang dalam proses pengembangan SLBMs baru yaitu Pukkoksong 3.

Pukkoksong 1 memiliki daya jangkau 1.200 km sedangkan pukkoksong 2 memiliki daya janka mencapai 1.900 km. menurut media KCNA mengatakan kapal selam ini akan dioperasionalkan dikawasan laut timur korea dan diperkirakan akan menjadi kapal selam masa depan Korut mengantikan kapal selam kelas Romeo. laporan menyebutkan Korea Selatan memiliki sekitar 20 kapal selam dari Romeo Class buatan Uni Soviet tahun 50an.

Anggaran Pertahanan China Mencapai 2.500 T Rupiah

China meningkatkan anggaran pengeluaran bagi kementerian petrahanan, pengajuan anggaran pertahanan ini lebih cepat dibandingkan tahun lalu, anggaran tersebut telah diresmikan pada hari senin (5/3) di Kongres Rakyat Tahunan Nasional.

Langkah ini mengindikasikan bahwa Presiden Xi Jinping bermaksud membangun sebuah kekuatan militer dimana militer China dapat menandangi kekuatan militer AS. Langkah China ini jelas akan meningkatkan resiko perlombaan senjata global.

China telah menganggarkan 1,1 Triliun yuan ($174 miliar) atau sekitar 2.500 triliun rupiah untuk pertahanan tahun ini, 62,5 mliar yuan lebih banyak dari tahun 2017. Peningkatan ini mencapai 8,1 % dimana anggaran ini mengarah lebih banyak pada peraltan, pelatihan dan peningkatan kesejahteraan personel.

Xi Jinping telah mengatakan pada tahun lalu bahwa militern China akan menjadi kekuatan nomor 1 pada 2050. Sebagai bagian untuk terwujudnya rencana tersebut Beijing berupaya untuk terus menerapkan perbaikan teknologi untuk meningkatkan kemampuan strategis militer secara keseluruhan serta memperluas jangkauannnya.

China telah membuat kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan rudal angkatan laut dan angkatan udara. Pada bulan lalu China resmi mengerahkan  pesawat tempur siluman dalam negeri J-20.

Rudal balistik antar benua DF-41 buatan China menempatkan daratan AS masuk dalam jangkauan tembak rudal tersebut.


Penumpukan kekuatan militer China tampaknya mendorong kekuatan lainnya untuk membelanjakan lebih banyak pada pertahanan juga. Seperti AS pemerintah Presiden Donald Trump telah mengusulkan peningkatan pengeluaran pertahanann 7% pada tahun ini $617 miliar  tertinggi sejak 2011. Sedangkan Rusia melalui Presiden putin beberpa waktu lalu telah mengumumkan pengembangan sejumlah senjata strategis generasi terbaru untuk melindungi negaranya.

Korsel Mengirim Delegasi Untuk membuka Dialog Dengan Korut

SEOUL- Korea Selatan akan mengirimkan utusan delegasi di pimpin oleh pejabat keamanan senior untuk melakukan nunjungan dua hari ke Korea Utara mulai hari senin. Presiden Korea Selatan mengatakan pada hari minggu, hal ini diungkapkan setelah Presiden Donald Trump member isyarat pihak Amerika bersedia membuka dialog dengan pihak Korea Utara.

Pihak Korea Utara mengatakan pihaknya tidak meminta dialog dengan Washington dan mencela latihan militer gabungan antara Korsel-Amerika. Korea Utara memperingatkan tindakan Amerika Serikat dengan melakukan Latihan militer bersama hanya akan membuat situasi semakin buruk.
menteri unifikasi korsel dan ketua delegasi korut

Latihan militer kedua Negara akan dilaksanakan pada bulan depan, begitu menurut seorang penasihat keamanaan Presiden Korea Selatan kepada kantor berita Yonhap. Setelah sebelumnya ditunda akibat adanya festival olahraga Olimpiade Musim Dingin dan paralimpik di Korea Selatan.

dua orang delegasi yang akan diutus Korea Selatan adalah Kepala Kantor Keamanan Nasional Chung Eung-yong dan Kepala Badan Intelijen Nasional Suh Hoon, seorang veteran negoisasi masa lalu dengan Korea Utara berada diantara 10 delegasi lainnya saat mengunjungi Pyongyang nanti.

Kunjunga tersebut merupakan upaya untuk menurunkan tensi si kawasan semenanjung Korea serta memungkinkan mengatur pembicaraan untuk membuka dialog antara Korea Utara dan Amerika Serikat.

Pada bulan lalu saat pelaksanaan olimpiade musim dingin Wakil Presiden Amerika Serikat di jadwalkan bertemu dengan pejabat Korut serta saudara perempuan Kim Jong Un, namun hal itu gagagl pada menit-menit akhir.


Sebelumnya pada hari sabtu lalu  (3/3) pihak Korea Utara mengatakan bersedia untuk berbicara dengan Amerika Serikat namun menolak apabila Amerika meminta prasyarat dalam upaya negosiasi denga Korea utara.

India dan China Berebut Dominasi dan Supremasi di Kawasan Regional

China sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, sedang membangun apa yang para ahli kebijakan disebut sebagai “rangkaian mutiara”. China terus memperkuat jaringan militer dan komersialnya diberbagai Negara utamanya dikawasan regional. Bahkan Beijing pada 2016 mengungkapkan rencananya untuk membuka pangkalan militer pertama di luar negeri yakni di Djibouti. Sejumlah proyek bisnis milik perusahaan Negara dibawah kendali presiden Xi Jinping, yang mencakup pembuatan pelabuhan di Tanzania memperkuat upaya China untuk mendominasi kawasan.

India, yang merasa khawatir akan kehadiran China yang mulai mendominasi halaman belakang rumahnya sendiri, merespon dengan baik.

PM India Narendra Modi dan Presiden China Xi Jinping
Dalam kunjungan kenegaraan ke Oman pada bulan lau, Perdana Menteri India, Narendra Modi mendapat akses ke fasilitas angkatan laut di Negara Timur Tengah tersebut, yang berada didekat selat Hormuz. Dimana lebih dari 30 persen ekspor minyak melewati jalur air sempit tersebut setiap harinya.
Awal tahun ini, India menandatangani pakta 20 tahun dengan Seychelles untuk membangun fasilitas lapangan terbang dan dermaga untuk angkatan lautnya. Selain itu pada November 2017 lalu Modi telah menandatangani sebuah perjanjian dengan Singapura dimana India dapat meningkatkan akses ke pangkalan angkatan laut Changi.

Seorang peneliti senior dari Universitas Nasional Australia mengatakan telah terjadi persaingan antara India dan China untuk mendapat supremasi dan dominasi dikawasan regional utamanya di Samudra Hindia.
Kita tahu bahwa samudera Hindia berbatasan dengan Afrika, Asia, Timur Tengah dan Australia, merupakan rumah bagi jalur utama perdagangan global hamper 40 persen minyak lepas pantai Dunia diproduksi di samudra Hindia.

Proyek komersial milik perusahaan India dan China disinyalir bisa digunakan untuk tujuan militer. Ketika China Merchants Port Holdings menandatangani kontrak 99 tahun di pelabuhan Hambantota Si Lanka pada juli 2017, kemudian kekhawatiran muncul bahwa angkatan laut China akan menggunakan fasilitas tersebut meskipun Sri Lanka menjamin tidak akan digunakan untuk tujuan militer. Beberapa bulan kemudian, Reuters melaporkan bahwa New Delhi ingin mengambil alih bandara lokal Hambantota.,

Diplomat India dan barat yakin Hambantota akan berakhir menjadi pangkalan militer dan angkatan laut China. Maladewa dan Myanmar negera penerima investasi dari China dimunkinkan menjadi pangkalan militer di area Negara tersebut.

Seperti halnya di Iran, India Ports Global mengembangkan pelabuhan Chabahar yang dipandang sebagai penghalang bagi pelabuhan Gwadar China di Pakistan, Beijing berencana akan menempatkan system anti rudal berbasis laut untuk ditempatkan disana.

Putin: Rudal Bertenaga Nuklir Terbaru Rusia Dapat Menjangkau Seluruh Titik Di Dunia

Dalam sebuah pidato kenegaraan tahunan di Moskow pada hari kamis 1 maret 2018, Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan bahwa negaranya memiliki prototype rudal jelajah terbaru dimana rudal tersebut dapat membawa hulu ledak nuklir, Selain itu Putin juga mengklaim bahwa rudal terbarunya dapat menjangkau seluruh titik dimuka bumi dan ia menambahkan bahwa rudal supersonic tersebut tidak bisa dilacak oleh system anti-rudal.

Pengumuman peningkatan kekuatan persenjataan militer Rusia disampaikan pada saat pidato kenegaraan di Moskow, Putin mengingatkan bahwa Rusia tidak boleh melupakan sector keamanan, pada awalnya pidato Putin hanya menyinggung masalah domestic Negara tersebut. Kemudian Putin menyinggung apabila Rusia diserang maka Rusia siap menggunakan senjata nuklir.

“kami telah memulai pengembangan jenis senjata strategis baru yang tidak menggunakan jalur penerbangan balistik dalam perjalanan menuju target. Ini berarti system pertahanan rudal interceptor tidak ada gunanya” kata Putin.

Rudal tersebut dipasang sebuah reactor nuklir berukuran kecil sebagai mesin pendorongnya memungkinkan rudal balistik tersebut memiliki jangkauan tak terbatas. Reactor kecil tersebut ditanam dalam lambung rudal balistik yang identik dengan X-101 milik Rusia.

Dalam pidato singkat itu pula Putin mempertontonkan sebuah video singkat bagaimana rudal terbang rendah dan dekat dengan permukaan tanah. 

Sebuah rudal low-flying, low-visibility yang dipersenjatai dengan hulu ledak nuklir serta memiliki jangkauan tak terbatas, jalur penerbangan yang tidak dapat diprediksi dan kemampuan untuk mengelabui semua senjata anti rudal dan senjata pertahanan udara, sebuah senjata mematikan dan sempurna.

Putin mengatakan bahwa rudal Interconental Balistic Missile bertenaga nuklir telah diuji pada 2017. Selama penerbangan reactor nuklir sebagai mesin pendorongnya mencapai kapasitas dan daya dorong desain. Jika klaim Putin ini benar ini merupakan uji statis dari mesin rudal tersebut. Namun pejabat pentagon mengatakan bahwa rudal tersebut mengalami masalah pada saat pengujian di Arktik, meskipun tidak ada polusi radioaktif yang terdeteksi oleh pemantau eropa.

Selama pidato 35 menitnya Putin juga mengungkapkan masih adanya 3 sistem senjata termonuklir tambahan yang strategis termasuk kapal selam dengan kode status-6 sebuah kapal selam tanpa awak yang dapat membawa hulu ledak nuklir bekekuatan 100 megaton.

China Tengah Merancang Kapal Induk Bertenaga Nuklir

China dikabarkan akan menggunakan teknologi mesin nuklir sebagai tenaga penggerak kapal induk terbarunya, media milik nnegara melaporkan pada hari rabu, dalam rangka mendorong Beijing mengenai ambisi program modernisasi militernya.

Presiden China Xi Jinping berjanji oktober tahun lalu untuk mengubah militer China menjadi angkatan tempur kelas dunia pada tahun 2050. Hingga saat ini militer China menjadikan pengembangan produk militer sebagai daftar kebijakan utama. Seperti berinvestasi pada pengembangan pesawat siluman generasi kelima, kapal induk dan juga rudal.

Liaoning Milik PLAN
Perusahaan milik Negara atau China Shipbuilding industry Corporation (CISC), yang juga menjadi produsen terbesar untuk kapal angkatan laut China, mengatakan pada hari selas bahwa ambisi untuk membuat kapal Induk bertenaga nuklir merupakan prioritas dalam daftar pengembangan teknis yang diharapkan dapat dicapai perusahaan sebagai bagian  dari peningkatan Alutsista untuk angkatan laut China hingga 2025.

Pengumuman oleh CISC mengenai pembuatan kapal induk bertenaga nuklir yang dimuat dalam situs web perusahaan nampaknya telah diedit mengenai penyebutan kapal bertenaga nuklir, namun pernyataan tersebut masih banyak ditemui pada media internet lain di China.

Mengutip dari sumber Global Times yang mendapatkan dokumen asli tertulis “ kita harus… mempercepat terobosan utama seperti terwujudnya kapal induk bertenaga nuklir, kapal selam nuklir generasi baru, kapal selam yang senyap, dan system pertahanan bawah laut yang berawak maupun tak berawak” begitu bunyi dokumen tersebut.

Namun CISC menolak untuk segera mengomentari laporan Global Times.
CISC sendiri membangun kapal indukn pertama di China yang diluncurkan pada bulan april tahun lalu dan diperkirakan akan memasuki layanan militer pada tahun 2020, setelah pemasangan persenjataan dan lain-lain.

Kapal induk tersebut dibuat berdasarkan kapal induk pertama China Liaoning, kapal induk tersebut dibeli China melalui tangan kedua dari Ukraina pada tahun 1998. CISC mereancang dan dilengkapi sepenuhnya menggunakan teknologi dalam negeri mengutip dari pernyataan sebelumnya.

Media pemerintah China mengutip dari beberapa ahli setidaknya Negara tersebut membutuhkan 6 kapal induk. Sebuah usaha yang diperkirakan akan memakan waktu puluhan tahun. AmerikaSerikat saat ini mengoperasikan 10 kapal induk dan berencana menambah dua lagi.

Dalam beberapa tahun terakhir angkatan laut china mengambil peran yang semakin menonjol dikawasan asia, utamanya dipasifik.