Showing posts with label semenanjung korea. Show all posts
Showing posts with label semenanjung korea. Show all posts

Korea Utara Membangun Kapal Selam Berkemampuan Rudal Balistik

Korea Utara mempublikasikan foto eksklusif perdana kepada dunia internasional dengan Kim Jong Un background kapal selam dengan kemampuan untuk meluncurkan rudal balistik. ini adalah kali pertama korea utara menunjukkan kapal selam diesel terbaru atau SSB.

pertama kali adalah media resmi korea utara yang mempublikasikan kunjungan pemimpin besar Korea Utara ke galangan kapal nasional Sinpo untuk menginpeksi pembangunan kapal selam tersebut.
Kim Jong Un sedang mengunjungi pembuatan kapal selam terbaru Korut

diindikasikan kapal selam ini memiliki kemampuan dapat meluncurkan rudal balistik berkemampuan nuklir, atau submarine launched ballistic missile atau SBLMs diketahui Korea Utara memiliki rudal yang dapat di pasangi nuklir warhead seperti Pukkuksong 1 atau kalangan intelijen AS menyebutnya dengan kode KN-11 dengan basis darat.

kemudian Korut juga sudah pernah mengujicoba jenis rudal lainnya yaitu Pokkuksong 2 atau KN-15 varian dari rudal sebelumnya. rudal ini juga memiliki kemampuan untuk membawa nuklir dengan rudal yang dimiliki bukan tidak mungkin Korut akan memasangkan rudal tersebut ke dalam tube kapal selam dan kabar terbaru menyebutkan negara tersebut sedang dalam proses pengembangan SLBMs baru yaitu Pukkoksong 3.

Pukkoksong 1 memiliki daya jangkau 1.200 km sedangkan pukkoksong 2 memiliki daya janka mencapai 1.900 km. menurut media KCNA mengatakan kapal selam ini akan dioperasionalkan dikawasan laut timur korea dan diperkirakan akan menjadi kapal selam masa depan Korut mengantikan kapal selam kelas Romeo. laporan menyebutkan Korea Selatan memiliki sekitar 20 kapal selam dari Romeo Class buatan Uni Soviet tahun 50an.

Rudal Balistik Korea Utara Terbang Diatas Wilayah Udara Jepang

Pejabat militer Korea Selatan dan Amerika mengatakan bahwa pada hari Jum’at kemarin militer Korea Utara kembali meluncurkan sebuah rudal balistik yang kemudian terbang diatas wilayah teritorial udara Jepang sebelum akhirnya jatuh diperairan Pasifik.

Dikabarkan rudal tersebut diluncurkan dari wilayah Korea Utara di Sunan, Pyongyang. Rudal diketahui meluncur pada pukul 06.57 waktu setempat, rudal tersebut terbang dari arah timur sekitar 2.300 mil dan meluncur melintasi wilayah udara Jepang, hal tersebut dikatakan oleh pejabat militer Korea Selatan.
Peluncuran rudal tersebut dilakukan selang beberapa minggu tapatnya pada akhir Agustus ketika Korea Utara menembakkan rudal balistiknya melintasi wilayah udara Jepang.

Ilustrasi
Sekretaris kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan pada sebuah pidato dalam  tayangan televisi bahwa rudal tersebut terbang pada hari Jum’at terbang diatas Hokkaido, tidak ada laporan tentang benda-benda yang jatuh di wilayah Jepang atau kerusakan lainnya.

Sementara Presiden Amerika, Donald Trump dalam kesempatannya ketika mengunjungi fasilitas militer di Maryland, Pangkalan militer Andrew bahwa Ujicoba rudal Korea Utara menunjukkan Pyongyang telah “sekali lagi menunjukkan penghinaan terhadap Negara tetangganya dan seluruh masyarakat dunia”
Jepang langsung bereaksi terhadap tindakan Korea Utara tersebut dengan melayangkan protes keras,
“kami sebagai sebuah Negara tidak bisa menerima tindakan provokatif berulang kali dari Korea Utara, dan kami telah mengajukan protes keras dan menyampaikan kemarahan yang kuat dari masyarakat Jepangkami menyampaikannya dengan istilah yang paling kuat” kata Suga, Dia menambhakn rudal tersebut mendarat sekitar 2.242 mil di sebelah timur Cape Erimo.

Komando Pasifik Amerika juga telah mengkonfirmasi peluncuran tersebut dan mengatakan bahwa rudal tersebut merupakan rudal balistik jarak menengah.
Korea Utara telah melakukan beberapa kali ujicoba rudal balistik tahun ini yang bertentangan dengan resolusi yang dikeluarkan PBB.

AS Dan Korea Selatan Merespon Peluncuran Rudal Korea Utara Dengan Latihan Peluncuran Rudal

AS Dan Korea Selatan Merespon Peluncuran Rudal Korea Utara Dengan Latihan Peluncuran Rudal

Militer Amerika Serikat dan Korea Selatan langsung mengadakan latihan peluncuran rudal balistik setelah Korea Utara menguji coba rudal jarak jauhnya para analis percaya rudal yang ditembakkan tersebut dapat mencapai Alaska dan Hawaii, ini merupakan respon langsung AS dan Korea selatan terhadap peluncuran tersebut serta mengirim pesan kepada Pyongyang.
Latihan Peluncuran Rudal (Photo By CNN)
Militer kedua negara mengatakan “kesalahan besar” bagi Korea Utara untuk berpikir bahwa mereka dapat menyerang selatan dan Amerika.

China dan Rusia telah kedua belah pihak untuk menghentikan ketegangan di semenanjung Korea dan menegaskan bahwa mereka menentang upaya perubahan rezim di Korea Utara. Sementara itu presiden Donald Trump mempertanyakan komitmen Beijing untuk melawan ancaman nuklir Korea Utara dengan mengutip nilai angka perdagangan antar kedua negara pada kuartal pertama China tahun ini.

Dalam postingan media sosial twitternya Trump menyatakan “peradagangan antara Chna dan Korea Utara tumbuh hampir 40% pada kuartal pertama. Begitu banyak China bekerja dengan kita tapi kita harus mencobanya!!”

Peluncuran rudal tersebut merupakan tes terbaru dari serangkaian tes rudal yang dilakukan oleh Korea Utara, hal itu bertentangan dengan resolusi dewan keamanan PBB (DK PBB).
AS telah meminta sebuah pertemuan mendesak DK PBB untuk membahas masalah ini sesi tertutup dadakan pada hari Rabu diikuti oleh 15 anggotanya. 

Pyongyang mengklaim pada hari selasa bahwa mereka telah berhasil menguji rudal balistik antar benua (ICBM). Namun, sebagian ahli percaya bahwa Korea Utara belum memiliki kemampuan senjata nuklir jarak jauh.

Kedua Korea secara teknis masih dalam keadaan perang karena kedua Korea hany sepakat untuk memberlakukan gencatan senjata yang masih berlangsung hingga saat ini.

Breaking News: Korut Kembali Menembakkan Rudal dan Jatuh Di Wilayah Perairan Jepang

Korea Utara kembali melakukan peluncuran tes terbarunya pada hari ini, Selasa (4/7), peluncuran terbaru ini merupakan serangkaian tes rudal yang dilakukan Korea Utara dalam beberapa bulan terakhir dan meningkatkan eskalasi di wilayah semenanjung Korea tersebut.

Latihan Tentara Korut Menghancurkan Roket Tiruan Korsel(photo By Daily Mail)
Rudal tersebut jatuh di perairan Jepang, kemungkinan Rudal tersebut jatuh di sekitar pantai Takahiro Hirano. Militer Korea Selatan telah mengkonfirmasi tes rudal tersebut namun, tidak dijelaskan rudal jenis apa yang ditembakkan. Rudal tersebut diluncurkan dari Provinsi Pyong’an utara dan melintasi perairan timur Semenanjung Korea dan Jatuh Di Zona Ekonomi Ekslusif Jepang.

Meskipun ancaman terhadap sanksi yang diberikan AS akan meningkat justru Korea Utara semakin keras dan agresif dalam melakukan uji coba rudal serta nuklirnya. Ini merupakan uji coba rudal kesebelas Korea Utara selama setahun terakhir ini.

Korea Utara beberapa bulan terakhir meningkatkan latihan militernya dan menguji beberapa sistem rudalnya ditengah tekanan sanksi dan eskalasi yang meningkat.

Sehari sebelumnya, Pyongyang merilis rekaman Kim Jong Un sedang menyaksikan  latihan penghancuran roket tiruan Korea Selatan dan mengejek Korea Selatan selama latihan berlangsung. Kim Jong Un terlihat menyeringai saat pasukan khusus menggunakan granat untuk meledakkan rudal jelajah replika Hyunmoo-3.

Ketegangan meningkat antara Korea Utara dan AS mengenai program nuklir dan misilnya, AS bahkan mempertimbangkan untuk memasukan Korea Utara kembali dalam daftar negara sponsor terorisme.

Amerika Merevisi Adanya Opsi Militer Untuk Menghentikan Korea Utara

Dua Pejabat militer AS mengatakan kepada media bahwa Amerika akan merevisi opsi militer terhadap Korea Utara, revisi tersebut telah dipersiapkan dan akan dipresentasikan kepada Presiden Donald Trump.
Revisi tersebut mencakup sebuah respon militer, akan dipresentasikan kepada Donald Trump jika Korea Utara melakukan uji coba rudal nuklir atau balistik yang mengindikasikan adanya pengembangan senjata guna menyerang daratan Amerika Serikat.
Ilustrasi

Penasihat US National Security HR Mc. Master juga telah mengkonfirmasi adanya opsi militer secara terbuka pada hari Rabu (28/6) bahwa akan ada opsi militer yang sudah dipersiapkan.

Mc Master mengungkapkan dalam sambutannya “apa yang harus kita lakukan adalah menyiapkan semua opsi yang ada karena presiden menjelaskan kepada kita bahwa dia tidak akan menerima pengembangan senjata nuklir di Korea Utara dan ancaman yang bisa menargetkan daratan Amerika dan Penduduknya” pernyataan tersebut dikeluarkan sehari menjelang kunjungan kenegaraan Presiden baru Korea Selatan Moon Je-in.

“anacaman sekarang jauh lebih nyata dari sebelumnya, kami tidak dapat menggunakan pendekatan yang sama berulang kali dan terbukti gagal di masa lalu” kata McMaster. “presiden telah memberi pengarahan untuk tidak melakukan pendekatan cara lama dan menyipkan berbagai alternatif, termasuk opsi militer, yang tak seorangpun menginginkannya terjadi” tambahnya.

McMaster menyatakan kunjungan presiden Korea Selatan akan membahas diskusi mengenai pendekatan baru ke Korea Utara untuk mengakhiri ketegangan di semenanjung Korea tersebut.
Amerika sepertinya akan memberi tekanan lebih besar terhadap rezim Kim Jong Un untuk dapat menghentikan pengembangan senjata nuklir oleh Korea Utara yang disinyalir akan menyerang daratan Amerika Serikat.

Kekhawatiran tersebut juga disampaikan beberapa pejabat pertahanan AS yang mengungkapkan bahwa Trump sangat khawatir terhadap perkembangan senjata nuklir di Korea Utara. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan AS diantaranya menghancurkan rudal sebelum rudal tersebut di tembakkan dan melakukan serangan pre-emptive terhadap bunker penyimpanan rudal bawah tanah milik Korea Utara.
Satelit mata-mata milik AS mendeteksi adanya aktivitas disekitar fasilitas nuklir milik Korea Utara, menurut Amerika, Korea Utara juga menyebar rudal-rudalnya di sejumlah situs peluncuran yang mereka miliki.

Korea Utara Menguji Rudal surface-to-ship Terbarunya

Korea Utara meluncurkan beberapa rudal yang diyakini rudal jarak pendek Surface-to-ship cruise missile dari pesisir timur pada hari kamis(8/6), laporan ini disampaikan oleh militer Korea Selatan.
 
(mulutrasi)
“Korea utara menembakkan beberapa proyektil tidak dikenal yang diduga sebagai rudal darat ke kapal, pagi ini (kemarin. Red) dari sekitar wilayah Wonsan, Provinsi Gangwon” kata kepala staff gabungan Korea Selatan, yang dikutip dari media lokal, Yonhap.

Kepala staf gabungan mengatakan bahwa militer Korea Selatan sudah meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan terhadap kemungkinan provokasi lanjutan, dan berada pada kesiapan penuh. Menurut pernyataan tersebut bahwa peluncuran rudal oleh Korea Utara segera akan dilaporkan kepada presiden Korea Selatan Moon Jae-in namun kepala staf gabungan tidak memberirincian lebih lanjut.

Rudal yang ditembakkan pada kamis tersebut dapat menempuh jarak hingga 120 mil menurut militer Korea Selatan. Peluncuran rudal yang merupakan bentuk provokasi ini terjadi kurang dari seminggu setelah dewan keamanan perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan sebuah resolusi baru yang memperluas sanksi terhadap Korea Utara sebagai hukuman atas tese rudal.

Korea Utara telah melakukan uji coba rudal balistik selama tiga minggu berturut-turut. Negara yang terisolasi dunia luar tersebut memecahkan rekor tahun 2016 atas uji coba peluncuran rudalnya.

Terakhir negara tersebut melakukan tes rudal pada saat Korea Selata menghentikan penggunaan sistem pertahanan rudal Amerika, THAAD.