Showing posts with label ISIS. Show all posts
Showing posts with label ISIS. Show all posts

Drone Buatan China CH-4 di Irak Mencapai Tingkat Keberhasilan Operasi 100 persen

Baru-baru ini militer Irak mempublikasikan video dan gambar dimana pada publiksi itu menunjukkan pengoperasian Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) atau pesawat serang tanpa awak. Militer irak mengoperasikan UCAV buatan China, diketahui sebagai CH-4 atau disebut juga Caihong-4. Dengan publikasi ini menandai bahwa militer Irak secara resmi telah memasukan CH-4 masuk layanan militer Negara yang sedang berjuang memberantas kelompok teroris dari Negara Islam Irak dan Suriah tersebut.

Control Room
Video itu dirilis oleh kementerian pertahanan Irak, pada 12 februari 2018 dalam video tersebut kementerian pertahanan Irak mengklaim keberhasilan misi operasi CH-4 dalam layanan militer Irak, dalam keterangannya CH-4 telah mengeksekusi sebagian besar sasaran di kawasan barat laut Negara tersebut. Setidaknya terdapat 260 misi penyerangan yang telah dilakukan CH-4 untuk menghancurkan target teroris ISIS dengan tingkat keberhasilan operasi  mendekati 100 persen.

Dalam publikasi tersebut setidaknya terdapat 5 pesawat tanpa awak yang tertangkap kamera, dalam rekaman video berdurasi 2:47 detik tersebut juga memperlihatkan penghancuran target-target didarat serta ruang kendali CH-4 sebagai command center dari CH-4.

CH-4
CH-4 adalah pesawat serang tanpa awak buatan China UCAV yang diproduksi oleh China Aerospace Long March International ini mirip dengan UCAV kepunyaan Amerika Serikat buatan perusahaan American General Atomic yaitu MQ-9 Reaper. CH-4 memiliki fixed wing, UCAV ini dapat membawa rudal dan dapat ditembakkan dari udara ke darat dengan ketinggian 5 km. pesawat tanpa awak ini dirancang untuk misi pengintaian sekaligus penghancuran target dengan rudal pandu serta memiliki katahanan terbang selama 40 jam, dapat membawa muatan seberat 761 pound dengan tentengan 2 rudal seperti AR-1/HJ-10 anti tank setara dengan AGM 114 Hellfire buatan Lockhed Martin dan 2 bom yang dipandu GPS FT-9. Pesawat tanpa awak ini pertama kali muncul pada 2013. Dan ditampilkan untuk pertama kalinya dalam pagelaran China Airshow pada bulan November 2014.

Memiliki rentang sayap 20 meter, dengan kecepatan maksimum 130 mil per jam, kemudian radius jangkauan terbang 155 mil.
Irak memesan CH-4 pada 2014, dan dating pada tahun itu juga.

Spesifikasi CH-4
Sayap: 10 meter
Berat: 1,260 kg
Kecepatan: 180 km/jam maksimum
Ketinggian 5000 m/ 5km
Ketahanan: 40 jam,
Payload: 115 kg




Pertempuran Marawi, 2 Tentara Tewas Akibat Jet Tempur FA-50 Filipina Salah Menjatuhkan Bom


Dua anggota militer Filipina tewas dan 11 lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah pesawat jet milik Angkatan Udara militer Filipina secara tidak sengaja menjatuhkan bom terhadap posisi sekelompok pasukan darat Filipina yang sedang melakukan operasi tempur untuk mengusir militan pro-ISIS dari kota Marawi.
Insiden yang terjadi di hari Rabu (12/7) adalah kali kedua serangan udara salah menargetkan musuh justru sebaliknya terjadi “friendly fires” hal ini bisa saja merusak konsentrasi serta kepercayaan pasukan darat militer Filipina terhadap Angkatan udaranya.
Pesawat FA-50 AU Filipina (photos by Tempo.co)

Dua bulan sudah militer Filipina tetap berusaha untuk membersihkan kota Marawi dari para gerombolan bersenjata pro-ISIS walaupun pihak militer mengklaim wilayah yang diduduki oleh para militan hanya sekitar 10% dari wilayah Marawi namun toh begitu, pihak militer belum bisa membebaskan 100% wilayah tersebut.
Pihak militer menyebut serangan udara itu dilakukan pada siang hari menargetkan sebuah bangunan yang diduga dijadikan tempat persembunyian para gerilyawan, namun satu dari empat bom yang dilepaskan oleh pesawat tempur FA-50 jatuh terlalu dekat dengan posisi pasukan darat Filipina.

Juru bicara militer mengatakan pada media “bom itu jatuh di sebuah area dekat dengan bangunan, dimana didalam bangunan tersebut terdapat unit militer darat tinggal disana dan ledakan itu menyebabkan sebagian bangunan itu runtuh, puing-puing yang jatuh dari struktur bangunan menimpa orang-orang kita sehingga menyebabkan dua tentara tewas dan 11 lainnya luka-luka”.

Setelah kejadian tersebut pihak militer Filipina menyatakan untuk menarik pesawat FA-50 dari tugas kampanye udara di wilayah Marawi. Hal ini dilakukan guna membantu penyelidikan penyebab terjadinya “friendly fires” dan menyelidiki mengapa terjadi kegagalan salah satu bom mencapai target.

Hanya pesawat FA-50 yang ditarik namun pesawat jenis lainnya tetap akan digunakan untuk memberikan dukungan udara ke pasukan darat. Dalam pernyataannya Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana menanggapi insiden salah sasaran tersebut “kejadian ini menggambarkan sulitnya menghadapi pertempuran kota dimana pasukan darat beroperasi ditempat yang sempit dan sangat dekat dengan musuh”.

Lorenzana bahkan mengatakan masalah yang dihadapi militer Filipina serupa dengan yang dihadapi negara-negara lain di Mosul, Fallujah, dan Raqqa, merujuk pada pertempuran melawan ISIS di Timur Tengah.
Pertempuran di Marawi telah berlangsung kurang lebih 2 bulan menewaskan 92 tentara dan polisi, 392 gerilyawan dan 45 warga sipil. Pada hari Rabu telah ditemuksan 6 jenazah yang dibunuh oleh pihak militan, jasad tersebut ditemukan di tengah pusat kota, diperkirakan mereka terbunuh pada awal-awal pertempuran, namun jasad mereka urung dievakuasi mengingat masih tingginya intesitas tembakkan dari pihak militan didaerah tersebut.

Pihak militer memperkirakan 100 gerilyawan bersenjata masih mengendalikan sekitar seribu bangunan dan rumah di pusat kota Marawi.

ISIS Mengklaim Bertanggungjawab Atas Serangan Yang Menewaskan 23 Tentara Mesir di Sinai

Militan Islam menyerang sebuah pos militer militer Mesir di daerah terpencil sekitar semenanjung Sinai serangan tersebut dilakukan dengan bom mobil dikuti dengan tembakan senjata mesin berat kejadian tersebut terjadi pada hari jum’at (7/7), dalam peristiwa tersebut setidaknya 23 tentara Mesir tewas dalam serangan paling mematikan dalan kurun waktu 2 tahun terakhir.
Photo by AP

Kelompok teroris ISIS atau IS (Islamic State) mengeluarkan pernyataan bahwa IS bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pernyataan tersebut dikeluarkan melalui online pada malam hari beberapa jam setelah penyerangan tersebut. IS menyatkan serangan tersebut dilakukan saat tentara mesir tengah mempersiapkan serangan terhadap posisi IS di Sinai.

Serangan yang dipersiapkan Mesir merupakan upaya negara tersebut untuk menghancurkan kelompok teror di wilayah Sinai yang terkenal kuat dan tangguh setelah IS di Irak dan Suriah. Mesir berupaya mengendalikan pemberontakan di Sinai setelah kelompok lokal menyatakan sebagai bagian dari IS di Irak dan Suriah beberapa tahun yang lalu.

Serangan tersebut pada jum’at pagi hari diawali ketika seorang pembom bunuh diri menabrakkan kendaraannya ke sebuha pos pemeriksaan kompleks militer di el-Barth, sebelah barat daya kota Rafah. Diikuti dengan puluhan militan bertopeng menngunakan 24 SUV Land Cruiser, para militan melepasakan tembakan ke arah tentara yang sedang bertugas dengan senapan mesin.

Menurut pejabat yang tidak ingin deisebutkan identitasnya menyatakan bahwa serangan tersebut berlangsung selama setengah jam, dimana dipos tersebut terdapat sekitar 60 tentara yang bertugas. Ketika serangan mereda para militas menjarah isi pos pemeriksaan, merampas senjata dan amunisi sebelum melarikan diri. Sejumlah militan dilaporkan tewas dalam penyerangan  tersebut mengindikasikan adanya perlawanan dari tentara Mesir, dilokasi juga ditemukan beberapa kendaraan milik para militan yang ditinggalkan.

Diperkirakan ledakan bunuh diri pada saat awal penyerangan mematikan sistem komunikasi militer sehinnga memaksa seorang perwira menggunakan Aplikasi WhatsApp dengan merekam pesan audio untuk meminta bantuan kepada temannya, pesan itu kemudian menyebar di media sosial.

“ini mungkin detik terakhir dalam hidupku” suara lelaki dalam rekaman tersebut dengan nada tenang “cepat, siapa saja yang tahu bagaimana mencapai pusat komando beritahu mereka untuk menggunakan artileri, kita disini masih hidup” lalu terdengar suara memuji tuhan dan berakhir dengan mengatakan “kami akan membalasnya atau mati”.

Dua Mayat Sandera Vietnam Yang Dipenggal Abu Sayyaf Ditemukan di Pulau Basilan

Mayat dua korban yang dikabarkan tewas dipenggal oleh kelompok Abu Sayyaf ditemukan di Pulau Basilan bagian selatan Filipina. Kedua pria tersebut diidentifikasi oleh pihak berwenang sebagai Hoang Trung Thong dan Hoang Va Hai, kedua jasad tersebut diyakini dua diantara enam awak kapal kargo yang disandera oleh kelompok tersebut pada November tahun lalu.

Dua Sandera Asal Kanada Sebelum Dieksekuasi, (photo by AAP)
Ketika itu sekitar 10 militan bersenjata menyerbu kapal MV Royal 16, Abu Sayyaf menculik kapten dan kru kapal. Mereka telah menyandera para kru selama 8 bulan sebelum dua orang dari mereka dieksekusi dengan cara dipenggal.

Satu sandera berhasil diselamtkan bulan lalu dan 3 lainnya tetap berada di tangan Abu Sayyaf, kelompok ini memang terkenal dengan jaringan terornya dan menyandera turis untuk dimintai tebusan jika permintaan mereka tidak dikabulkan mereka membunuh sandera dengan cara yang tidak manusiawi.

Abu Sayyaf dikenal sebagai kelompok militan sejak 1990an, sebelumnya kelompok ini mengaku bagian dari jaringan teror di Al-Qaeda lalu kemudian kelompok ini dibawah komando Isnilon Hapilon mendeklarasikan bergabung dengan ISIS dan menyatakan sumpah setianya kepada kekhalifahan Abu Bakar al-Baghdadi.

Bulan Februari, warga Jerman, Jurgen Kartner dipenggal karena tuntutan tebusan sebesar $600.000 tidak dipenuhi dan di 2015 dua sandera berkewarganegaraan kanada menemui nasib yang sama setelah tuntutan tebusan tidak bisa dipenuhi. Di 2011 seorang warga negara Australia, Warren Richard Rodwell ditangkap  oleh Abu Sayyaf, Richard disandera selama 15 bulan.

Para penculiknya kemudian membuat video bukti lalu mengirimkannya ke istri dan keluarganya dioa terlihat kurus dan lemah. “untuk keluarga saya, tolong lakukan apapun untuk mengumpulkan $ 2juta mereka meminta pembebasan saya sesegera mungkin” katanya dalam satu video.

Pria berusia 53 tahun itu akhirnya dilepas dengan biaya yang diperkirakan $100.000, Ia dilaporkan ditemukan dalam keadaan lemah dan kebingungan di sebuah kota pantai di Filipina selatan.

Militer Menerapkan Gencatan Senjata Selama Perayaan Lebaran Idul Fitri

Panglima militer Filipina Eduardo M. Ano menyatakan pasukannya akan menerapkan “jeda kemanusiaan” selama perayaan hari raya Idul Fitri di Kota Marawi. Kota Marawi adalah kota muslim terpenting di Filipina yang terletak di kepulauan Mindanao, selatan Filipina.
 
Ilustrasi
Dalam pernyataannya Ano menegaskan menghormati terhadap para pemeluk Agama Islam “kami mengumumkan Jeda kemanusiaan dalam operasi militer kami sebagai wujud rasa hormat kami yang tinggi terhadap umat Islam yang sedang merayakan Idul Fitri di Kota Marawi.

Sementara juru bicara kepresidenan Ernesto C. Abella mengatakan dalam pernyataannnya gencatan senjata “jeda kemanusiaan” akan dicabut jika terjadi kondisi yang terbukti (1) keamanan pasukan pemerintah dalam bahaya; (2) ada ancaman terhadap warga sipil; dan (3) jika musush mulai menembak dan pasukan kita serta pihak yang berwenang lainnya tidak memiliki jalan lain selain hak untuk membela diri.

Kota Marawi masih dalam status Darurat militer setelah ratusan militan yang mengatasnamakan ISIS asia tenggara menduduki kota tersebut sebagai bagian dari pendirian daulah islamiyah wilayah Asia Tenggara. Ratusan militan memasuki kota sambil mengibarkan bendera Islamic State (IS), di wilayah Mindanao selatan tersebut.

Sejak saat itu pasukan militer Filipina meluncurkan serangan udara dan darat tanpa henti dalam upaya menghancurkan kekuatan militan dan mengusirnya dari wilayah tersebut namun, setelah 1 bulan operasi dilakukan, pihak militer gagal mengusir para militan dari kota Marawi. Meskipun pihak militer mengklaim bahwa pemerintah telah mengendalikan 90 persen wilayah Marawi dan hanya 10 persen wilayah yang dikuasai militan IS.

 Sebagian besar kota yang terletak di tepi danau tersebut mengalami kerusakan parah akibat pertempuran dan bom yang dijatuhkan pihak pemerintah ke posisi-posisi militan IS di darat. Sementara itu sebagaian penduduk yang berjumlah mencapai 200.000 jiwa mengungsi ke pusat evakuasi atau ke rumah kerabat mereka di luar Marawi.

Di kota Iligan sebelah utara Marawi para pengungsi yang mayoritas merupakan muslim melaksanakan Sholat Ied di lapangan balai kota, menandai berakhirnya bulan ramadan tahun ini. Komando bersenjata dari Satuan Khusus Polisi Aksi melakukan penjagaan saat sholat berlangsung.

Australia Mengirimkan 2 pesawat Pengintai Ke Filipina Untuk Memerangi ISIS di Asia Tenggara

Pemerintah Australia menawarkan bantuan kepada Filipina untuk melawan militan pimpinan Isnilon Hapilon di Marawi yang memiliki jaringan dengan Islamic State (IS) di Timur Tengah. Pemerintah Autralia akan membantu dengan cara mengirimkan 2 pesawat pengintai milik Angkatan Udara Australia.
AP-3C Orion

Dua pesawat yang akan dikirimkan ke Filipina yaitu AP-3C Orion dari Royal Australian Force atau Angkatan Udara Australia, pesawat tersebut akan memberikan dukungan pengawasan dan pengintaian kepada Angkatan Bersenjata Filipina.

Gayung bersambut pemerintah Filipina melalui juru bicara kepresidenan Ernesto Abella mengatakan bahwa pihaknya dengan senang hati menyambut segala bentuk bantuan asing untuk menekan perlawanan dari para militan yang melakukan pemberontakan di Marawi.

Dalam pernyataan yang disiarkan di televisi Abella mengatakan “kementerian pertahanan kami melakukan koordinasi dengan rekan-rekan di Australia yang dalam tawaran terakhirnya akan memeberikan dukungan pengawasan dan pengintaian kepada Angkatan Bersenjata Filipina”.

Menteri pertahanan Australia Marise Payne dalam pernyataan sebelumnya mengatakan bahwa ancaman terorisme di kawasan regional, terutama dari kelompok jaringan ISIS dianggap sebagai ancaman langsung bagi Australia dan kepentingannya.

“Australia akan terus bekerjasama dengan mitra kami di Asia Tenggara untuk melawannya” kata Payne.
Sementara Amerika Serikat juga telah menawarkan bantuannya dalam yang dilakukan tentara pemerintah melawan kelompok teror di Filipina. Pihak Filipin asebelumnya telah mengkonfirmasi kehadiran Tentara Amerika yang ikut serta dalam Operasi tersebut, namun mereka menjelaskan partisipasi Amerika terbatas pada pembagian informasi Intelijen.

Saat ini kota Marawi dalam keadaan status darurat militer terhitung dari tanggal 23 Mei saat terjadi bentrokan pertama antara gerilyawan maute dan militer Filipina, sehingga Presiden Rodrigo Duterte menetapkan status arurat militer.
Sekitar 246.000 penduduk Marawi mengungsi akibat pertempuran tersebut.

Spesifikasi AP-3C Orion RAAF

Pembuat: Lockheed Martin
Fungsi: Pengintaian Jarak jauh, SAR. Anti kapal permukaan, Anti kapal selam
Berat Maksimal: 61.200 kg
Rentang Sayap: 30,8 m
Endurance: 15 jam
Batas ketinggian: 35.000 kaki
Kecepatan maks: 750 km/jam
Jumlah kru: 13
Armament: mk-46 lightweight anti-submarine torpedo, AGM-84 Harpoon anti-ship missile,