Showing posts with label Mesin perang. Show all posts
Showing posts with label Mesin perang. Show all posts

Korea Utara Membangun Kapal Selam Berkemampuan Rudal Balistik

Korea Utara mempublikasikan foto eksklusif perdana kepada dunia internasional dengan Kim Jong Un background kapal selam dengan kemampuan untuk meluncurkan rudal balistik. ini adalah kali pertama korea utara menunjukkan kapal selam diesel terbaru atau SSB.

pertama kali adalah media resmi korea utara yang mempublikasikan kunjungan pemimpin besar Korea Utara ke galangan kapal nasional Sinpo untuk menginpeksi pembangunan kapal selam tersebut.
Kim Jong Un sedang mengunjungi pembuatan kapal selam terbaru Korut

diindikasikan kapal selam ini memiliki kemampuan dapat meluncurkan rudal balistik berkemampuan nuklir, atau submarine launched ballistic missile atau SBLMs diketahui Korea Utara memiliki rudal yang dapat di pasangi nuklir warhead seperti Pukkuksong 1 atau kalangan intelijen AS menyebutnya dengan kode KN-11 dengan basis darat.

kemudian Korut juga sudah pernah mengujicoba jenis rudal lainnya yaitu Pokkuksong 2 atau KN-15 varian dari rudal sebelumnya. rudal ini juga memiliki kemampuan untuk membawa nuklir dengan rudal yang dimiliki bukan tidak mungkin Korut akan memasangkan rudal tersebut ke dalam tube kapal selam dan kabar terbaru menyebutkan negara tersebut sedang dalam proses pengembangan SLBMs baru yaitu Pukkoksong 3.

Pukkoksong 1 memiliki daya jangkau 1.200 km sedangkan pukkoksong 2 memiliki daya janka mencapai 1.900 km. menurut media KCNA mengatakan kapal selam ini akan dioperasionalkan dikawasan laut timur korea dan diperkirakan akan menjadi kapal selam masa depan Korut mengantikan kapal selam kelas Romeo. laporan menyebutkan Korea Selatan memiliki sekitar 20 kapal selam dari Romeo Class buatan Uni Soviet tahun 50an.

Uji Coba Rudal Iskander-M Berhasil Menghancurkan Target

Kementerian pertahanan Russia melaporkan bahwa Rusia telah melaksanakan uji coba terbaru rudal Iskander M. pada uji coba tersebut Iskander M berhasil menghancurkan target dengan jarak 100km dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Uji coba rudal ini dilaksanakan di daerah latihan Kapustin Yar wilayah Astrakhan, di Rusia selatan.
Rudal Iskander M

“penembakan pada jarak 100km, rudal tersebut menargetkan sebuah situs yang disimulasikan sebagai pos komando musuh konvensiona. Sasaran dihancurkan dengan tingkat akurasi yang tinggi” kata kementerian tersebut.

Iskander sendiri merupakan salah satu senjata militer strategis yang dimiliki oleh Rusia, Iskander M adalah system rudal balistik jarak pendek, dilengkapi dengan pendorong roket bertipe supersonic serta dapat membawa nuklir warhead jangkauan maksimum rudal ini adalh 500km.


Peluncuran Iskander M menjadi tanda tahap akhir dari latihan taktis untuk prajurit Rusia yang berbasisi di Pusat pelatihan -60 untuk penggunaan pasukan tempur rudal. Iskander M menjadi senjata andalan militer Rusia, memiliki presisi tinggi, masuk layannan militer Rusia pada tahun 2006. Rudal berkemampuan supersonic dengan warhead nuklir tersebut dapat mencapai jarak 500km menuju target dengan jalur balistik yang dapat dipandu.

CASC China Meningkatkan Kemampuan UAV CH-4

China Academy of Aerospace Aerodynamics (CAAA), yaitu badan pengembangan teknologi pernerbangan milik perusahaan China China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) telah mengembangkan persenjataan pesawat tanpa awak varian baru dari Cai Hong 4 (Rainbow 4 atau CH-4) sebuah Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Varian terbaru ini diberi nama CH-4C. ini merupakan peningkatan dari UAV sebelumnya yaitu CH-4B.
CH-4 Source Jane's 360

Sumber dari dalam perusahaan mengatakan beberapa perangkat tambahan akan disematkan ke UAV varian terbaru ini. Selama uji coba live-fire enam hari di utara China pada akhir januari lalu, UAV dilengkapi dengan bom pintar yang dipandu dengan laser atau Laser Guide Bomb (LGB) kemudian terdapat peralatan pengintai elektronik terbaru.

Meskipun tidak ada rincian secara spesifik mengenai pengembangan CH-4C namun dipercaya China akan menambah peningkatan daya dukung dan peningkatan sumber daya listrik, struktur elektronik, pemrosesan data diyakini akan diperbarui. System control penerbangan juga mungkin akan di tingkatkan kemampuannya ketika beroperasi dalam kondisi cuaca buruk.

“struktur elektronik dan distribusi daya akan diperbarui memungkinkan serangkaian senjata dan muatan lebih luas untuk diintegrasikan kedalam kendaraan tempur udara, memastikan UAV dapat dengan mudah menerima teknollogi generasi berikutnya dan tetap relevan dengan baik di masa depan” jelas pejabat perusahaan “ struktur baru juga memfasilitasi integrasi peralatan dari pihak ketiga yang mungkin diinginkan pengguna UAV”

Teknisi CAAA juga telah melakukan tes integrasi pada pod pengintai elektronik baru, dikembangkan untuk memenuhi persyaratan dari pengguna. Payload ini dirancang untuk di bawa pada hard point Underbelly pada UAV uji CH-4 dengan mengkonfigurasikan Line of sight (LOS) memungkinkan UAV dapat berkomunikasi melalui satelit.


 Saat ini pengguna varian dari CH-4 adalah militer China, Mesir, Arab Saudi, dan Irak, Di Irak UAV CH-4 telah dioperasikan untuk melawan tentara ISIS.

Putin: Rudal Bertenaga Nuklir Terbaru Rusia Dapat Menjangkau Seluruh Titik Di Dunia

Dalam sebuah pidato kenegaraan tahunan di Moskow pada hari kamis 1 maret 2018, Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan bahwa negaranya memiliki prototype rudal jelajah terbaru dimana rudal tersebut dapat membawa hulu ledak nuklir, Selain itu Putin juga mengklaim bahwa rudal terbarunya dapat menjangkau seluruh titik dimuka bumi dan ia menambahkan bahwa rudal supersonic tersebut tidak bisa dilacak oleh system anti-rudal.

Pengumuman peningkatan kekuatan persenjataan militer Rusia disampaikan pada saat pidato kenegaraan di Moskow, Putin mengingatkan bahwa Rusia tidak boleh melupakan sector keamanan, pada awalnya pidato Putin hanya menyinggung masalah domestic Negara tersebut. Kemudian Putin menyinggung apabila Rusia diserang maka Rusia siap menggunakan senjata nuklir.

“kami telah memulai pengembangan jenis senjata strategis baru yang tidak menggunakan jalur penerbangan balistik dalam perjalanan menuju target. Ini berarti system pertahanan rudal interceptor tidak ada gunanya” kata Putin.

Rudal tersebut dipasang sebuah reactor nuklir berukuran kecil sebagai mesin pendorongnya memungkinkan rudal balistik tersebut memiliki jangkauan tak terbatas. Reactor kecil tersebut ditanam dalam lambung rudal balistik yang identik dengan X-101 milik Rusia.

Dalam pidato singkat itu pula Putin mempertontonkan sebuah video singkat bagaimana rudal terbang rendah dan dekat dengan permukaan tanah. 

Sebuah rudal low-flying, low-visibility yang dipersenjatai dengan hulu ledak nuklir serta memiliki jangkauan tak terbatas, jalur penerbangan yang tidak dapat diprediksi dan kemampuan untuk mengelabui semua senjata anti rudal dan senjata pertahanan udara, sebuah senjata mematikan dan sempurna.

Putin mengatakan bahwa rudal Interconental Balistic Missile bertenaga nuklir telah diuji pada 2017. Selama penerbangan reactor nuklir sebagai mesin pendorongnya mencapai kapasitas dan daya dorong desain. Jika klaim Putin ini benar ini merupakan uji statis dari mesin rudal tersebut. Namun pejabat pentagon mengatakan bahwa rudal tersebut mengalami masalah pada saat pengujian di Arktik, meskipun tidak ada polusi radioaktif yang terdeteksi oleh pemantau eropa.

Selama pidato 35 menitnya Putin juga mengungkapkan masih adanya 3 sistem senjata termonuklir tambahan yang strategis termasuk kapal selam dengan kode status-6 sebuah kapal selam tanpa awak yang dapat membawa hulu ledak nuklir bekekuatan 100 megaton.

Amerika Serikat Mendapat 21 MiG-29 Fulcrums dari Negara Bekas Uni Soviet

Ketika Uni Soviet mengalami keruntuhan pada 1991, dan banyak Negara-negara baru merdeka dari bekas wilayah Uni Soviet. Negara-negara tersebut mewarisi senjata-senjata dari Uni Soviet, mereka memiliki persediaan persenjataan yang banyak.

Salah satu pewaris senjata peninggalan Soviet adalah Moldova, Negara tersebut utama kekuatan udaranya memiliki 34 MiG-29 Fulcrums, 8 helikopter jenin Mi-8 dan bebebrapa pesawat heli angkut yang memperkuat inventaris militer Negara tersebut.

MiG-29
Inventaris militer Moldova dengan 34 MiG-29 dan 8 heli Mi-8 tergolong banyak mengingat luas wilayah Moldova hanya sekitar 33.000 km2 tidak lebih besar dari ;luas provinsi Lampung.

Lalu kemudian masalah muncul ditengah kekacauan dan belum stabilnya keadaan dalam negeri Moldova sebagai Negara yang baru saja merdeka tentu banyaak masalah yang perlu di tangani. Moldova tidak mampu mempertahankan armadanya, mereka tidak mampu membiayai biaya perawatan armada tempurnya.

Sementara itu Amerika terus mengawasi keadaan tersebut, pihak Amerika khawatir bahwa Moldova nantinya akan menjual MiG-29 Fulcrums ke Iran. Dari 34 MiG-29 yang dimiliki Moldova diantaranya terdapat 14 MiG-29C dengan konfigurasi yang dapat memungkinkan membawa nuklir.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut pihak Amerika pada tahun 1997, menggunakan kekuatan Uang untuk menebus sebanya 21 MiG Fulcruem termasuk tipe MiG-29C didalamnya. Dalam kesepakatan tersebut Amerika Serikata harus mengeluarkan Uang $40 juta dalam bentuk paket kemanusiaan dan lain-lain. 21 pesawat tersebut diterbangkan dengan pesawat transport C-17 ke Dayton, Ohio, AS. Disisi lain ini adalah cara untuk menggagalkan upaya Iran untuk mendapatkan pesawat tempur canggih buatan Soviet, disisi lain ini adalah kesempatan AS untuk melihat “Rahasia” kekuatan Soviet dalam MiG-29.

Kemudian sisa pesawat yang dimilki Moldova dijual ke Yaman dan Eritrea. Sedangkan 21 Pesawat yang dimilki Amerika Serikat masuk dalam skuadron pengujian, pusat Intelijen dan fasilitas Angkatan Udara Amerika Serikat.

MiG-29 adalah pesawat yang memiliki maneuver yang handal dan mematikan dimasanya, dilengkapi dengan rudal Archer AA-11 terhitung canggih pada tahun 1990-an karena dapat mengunci target melalui system cueing yang terpasang pada helm. Lebih lanjut ternyata MiG-29 tidak memiliki system manajemen informasi dan avionic untuk memeberi masukan pada pilot kondisi yang terjadi diluar pesawat atau dimana posisi mereka berada jadi untuk mengetahui lokasi pilot harus menggunakan peta kertas untuk mengetahui posisis lokasi mereka. Secara umum MiG-29 merupakan pesawat tempur yang hebat namun akan usang dalam pertempuran abad 21 tanpa upgrading.

 Pada tahun yang sama yaitu 1997, Israel juga mendapat MiG-29 dari sebuah Negara eropa timur yang tidak disebutkan. mereka menguji MiG-29 single seat dalam test terbang yang dilakukan oleh pilot Israel terkesan mereka mengatakan bahwa MiG-29 merupakan pesawat dengan maneuver yang luar biasa berbeda dengan pesawat standar Amerika atau barat yang Israel miliki. Pilot Israel mengatakan Fulcrums lebih mudah diterbangkan, dan memiliki system komputer yang memungkinkan jika pilot memiliki kesulitan dalam pendaratan maka system komputer akan mengambil alih berbeda dengan pesawat barat yang mengandalkan kemampuan pilot secara mandiri. Secara umum para pilot Israel memberikan penilaian Fulcrums memiliki kemampuan sama dengfan F-15 atau F-16 bahkan dibeberapa aspek Fulcrums lebih unggul ketimbang pesawat buatan barat. Israel melakukan pengujian bukan tanpa sebab karena musush mereka di daratan arab telah memiliki MiG-29 seperti Irak dan Syria.

Saat ini Fulcrums masih terus digunakan seperti Negara-negara Eropa timur, timur tengah da asia selatan, bahkan Polandia mengoperasikan berdampingan dengan F-16.

TNI AL akan Diperkuat Dengan 4 Drone Buatan Amerika

Indonesia tengah menanti kehadiran 4 UAV ScanEagle hibah dari pemerintah Amerika Serikat berita ini didapat setelah situs pertahanan HIS Jane’s memuat dalam artikelnya. Dikatakan dalam artikel tersebut seorang sumber dari pemerintah AS menyatakan pada 23 Februari lalu bahwa Indonesia akan mendapatkan 4 Unmanned Aerial Vehicle atau UAV jenis ScanEagle yang nantinya akan dioperasikan oleh TNI Angkatan Laut Indonesia. Selain UAV pemerintah AS juga telah menyiapkan system UAV dan peralatan peluncurnya.
Hibah ini merupakan bagian dari program pengembangan kapasitas angkatan laut untuk asia tenggara yang dikenal dengan nama Maritime Security Initiative (MSI). MSI merupakan inisiatif dari pemerintah Amerika Serikat yang diumumkan pertamakali  pada tahun 2015 di forum Shangri La dialogue di Singapura, hal itu tersebut disampaikan oleh sekretaris kementerian pertahanan Amerika, Ashton Carter.

UAV ScanEagle
Inisiatif ini berupaya meningkatkan kemampuan maritime Negara-negara mitra di kawasan Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Khusus untuk Indonesia MSI berupaya meningkatkan kemampuan patrol maritime, integrasi ISR, dan pelatihan pemeliharaan peralatan. Tujuannya untuk memastikan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk melindungi kawasan maritim dan sumber daya ekonomi dan berkontribusi terhadap keamanan dan stabilitas regional.

UAV ScanEagle memiliki payload untuk berbagai jenis sensor seperti pencitraan elektro-optik, sensor infra merah gelombang panjang, dan radar X-band. Sedangfkan sensor mana yang akan diberikan pihak AS ke Indonesia tidak disebutkan.

UAV Insitu ScanEagle merupakan drone pengintai kecil buatan pabrikan Insitu anak perusahaan Boeing, pesawat ini memiliki bobot 20 kg, dapat terbang selama 15 jam, dengan ketinggian maksimum 16.000 kaki dengan kecepatan 60 mil/jam. Pesawat ini diterbangkan dengan system Catapult atau menggunakan peluncur sebagai platformnya, ScanEagle tidak dapat terdeteksi oleh radar, kemudian suaranya hamper tidak terdengar. Pesawat ini terbang dengan dipandu dengan system GPS dan dilengkapi dengan kamera dan sensor infa-red.

4 Drone Buatan China Siap Dioperasikan TNI

Pemerintah indonesia dikabarkan telah mengakuisisi 4 pesawat tanpa awak jenis medium altitude (MALE), UAV atau Unmanned Aerial Vehicle tersebut berasal dari China atau lebih tepatnya adalah Win Loong I, yang diproduksi oleh perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan Aviation Industry Corporation of China (AVIC).

Berita ini muncul setelah sebuah situs pertahanan ternama dunia HIS Jane’s melaporkan bahwa pemerintah Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian senjata pada 2017 lalu, nantinya UAV ini akan dioperasikan oleh TNI Angkatan Udara ditempatkan di Skuadron 51 berbasis di Pontianak Kalimantan Barat.
Win Loong I

Win Loong I memiliki panjang 8,7 m, tinggi 2,8 m, serta rentang sayap sepanjang 14 meter selain itu drone ini juga dapat membawa muatan seberat 200 kg. win loong di dukung dengan mesin piston tunggal dan dapat terbang dengan ketinggian maksimum 7500 m, dengan jangkauan maksimum 200km, dengan ketahanan terbang mencapai 20 jam, drone ini bisa dioperasikan dalam misi pengintaian dan pencarian. 

Dikutip dari Wikipedia Selain Indonesia telah ada beberapa Negara yang telah mengoperasikan Win Loong I diantaranya Mesir, Arab Saudi, Nigeria, Uni emirat Arab, dll.

Drone Buatan China CH-4 di Irak Mencapai Tingkat Keberhasilan Operasi 100 persen

Baru-baru ini militer Irak mempublikasikan video dan gambar dimana pada publiksi itu menunjukkan pengoperasian Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) atau pesawat serang tanpa awak. Militer irak mengoperasikan UCAV buatan China, diketahui sebagai CH-4 atau disebut juga Caihong-4. Dengan publikasi ini menandai bahwa militer Irak secara resmi telah memasukan CH-4 masuk layanan militer Negara yang sedang berjuang memberantas kelompok teroris dari Negara Islam Irak dan Suriah tersebut.

Control Room
Video itu dirilis oleh kementerian pertahanan Irak, pada 12 februari 2018 dalam video tersebut kementerian pertahanan Irak mengklaim keberhasilan misi operasi CH-4 dalam layanan militer Irak, dalam keterangannya CH-4 telah mengeksekusi sebagian besar sasaran di kawasan barat laut Negara tersebut. Setidaknya terdapat 260 misi penyerangan yang telah dilakukan CH-4 untuk menghancurkan target teroris ISIS dengan tingkat keberhasilan operasi  mendekati 100 persen.

Dalam publikasi tersebut setidaknya terdapat 5 pesawat tanpa awak yang tertangkap kamera, dalam rekaman video berdurasi 2:47 detik tersebut juga memperlihatkan penghancuran target-target didarat serta ruang kendali CH-4 sebagai command center dari CH-4.

CH-4
CH-4 adalah pesawat serang tanpa awak buatan China UCAV yang diproduksi oleh China Aerospace Long March International ini mirip dengan UCAV kepunyaan Amerika Serikat buatan perusahaan American General Atomic yaitu MQ-9 Reaper. CH-4 memiliki fixed wing, UCAV ini dapat membawa rudal dan dapat ditembakkan dari udara ke darat dengan ketinggian 5 km. pesawat tanpa awak ini dirancang untuk misi pengintaian sekaligus penghancuran target dengan rudal pandu serta memiliki katahanan terbang selama 40 jam, dapat membawa muatan seberat 761 pound dengan tentengan 2 rudal seperti AR-1/HJ-10 anti tank setara dengan AGM 114 Hellfire buatan Lockhed Martin dan 2 bom yang dipandu GPS FT-9. Pesawat tanpa awak ini pertama kali muncul pada 2013. Dan ditampilkan untuk pertama kalinya dalam pagelaran China Airshow pada bulan November 2014.

Memiliki rentang sayap 20 meter, dengan kecepatan maksimum 130 mil per jam, kemudian radius jangkauan terbang 155 mil.
Irak memesan CH-4 pada 2014, dan dating pada tahun itu juga.

Spesifikasi CH-4
Sayap: 10 meter
Berat: 1,260 kg
Kecepatan: 180 km/jam maksimum
Ketinggian 5000 m/ 5km
Ketahanan: 40 jam,
Payload: 115 kg




Rudal Balistik Korea Utara Terbang Diatas Wilayah Udara Jepang

Pejabat militer Korea Selatan dan Amerika mengatakan bahwa pada hari Jum’at kemarin militer Korea Utara kembali meluncurkan sebuah rudal balistik yang kemudian terbang diatas wilayah teritorial udara Jepang sebelum akhirnya jatuh diperairan Pasifik.

Dikabarkan rudal tersebut diluncurkan dari wilayah Korea Utara di Sunan, Pyongyang. Rudal diketahui meluncur pada pukul 06.57 waktu setempat, rudal tersebut terbang dari arah timur sekitar 2.300 mil dan meluncur melintasi wilayah udara Jepang, hal tersebut dikatakan oleh pejabat militer Korea Selatan.
Peluncuran rudal tersebut dilakukan selang beberapa minggu tapatnya pada akhir Agustus ketika Korea Utara menembakkan rudal balistiknya melintasi wilayah udara Jepang.

Ilustrasi
Sekretaris kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan pada sebuah pidato dalam  tayangan televisi bahwa rudal tersebut terbang pada hari Jum’at terbang diatas Hokkaido, tidak ada laporan tentang benda-benda yang jatuh di wilayah Jepang atau kerusakan lainnya.

Sementara Presiden Amerika, Donald Trump dalam kesempatannya ketika mengunjungi fasilitas militer di Maryland, Pangkalan militer Andrew bahwa Ujicoba rudal Korea Utara menunjukkan Pyongyang telah “sekali lagi menunjukkan penghinaan terhadap Negara tetangganya dan seluruh masyarakat dunia”
Jepang langsung bereaksi terhadap tindakan Korea Utara tersebut dengan melayangkan protes keras,
“kami sebagai sebuah Negara tidak bisa menerima tindakan provokatif berulang kali dari Korea Utara, dan kami telah mengajukan protes keras dan menyampaikan kemarahan yang kuat dari masyarakat Jepangkami menyampaikannya dengan istilah yang paling kuat” kata Suga, Dia menambhakn rudal tersebut mendarat sekitar 2.242 mil di sebelah timur Cape Erimo.

Komando Pasifik Amerika juga telah mengkonfirmasi peluncuran tersebut dan mengatakan bahwa rudal tersebut merupakan rudal balistik jarak menengah.
Korea Utara telah melakukan beberapa kali ujicoba rudal balistik tahun ini yang bertentangan dengan resolusi yang dikeluarkan PBB.

Mesir Akan Merakit T-90S di Dalam Negeri Bagian dari Kesepkatan Pembelian 500 Unit T-90S

Perusahaan pembuat tank asal Rusia Uralvagonzavod mengatakan akan membangun fasilitas perakitan tank untuk pembuatan Tank T-90S/SK dibawah lisensi untuk Mesir, hal itu terungkap dalam sebuah laporan tahun 2016 dan diterbitkan pada selasa (4/7) kemarin.

T-90, (Photo By Defence Blog)
Laporan tersebut menyatakan antara lain menjadi prioritas utama perusahaan bekerja di wilayah negara asing untuk membangun fasilitas pemeliharaan dan perbaikan peralatan yang sebelumnya telah dipasok, termasuk pelaksanaan proyek untuk menciptakan usaha patungan bersama kontraktor asing.

Kemungkinan proyek ini berkaitan dengan pembelian 500 unit tank T-90S untuk Mesir.

Salah satu ketentuan yang tercantum dalam laporan tersebut menyebutkan “pengerjaan proyek untuk usaha perakitan tank T-90S/SK dibawah lisensi dengan kontraktor 818” sebuah kode produksi yang diberikan kepada T-90S/SK untuk mesir berdasarkan standar negara Rusia.

Uralvagonzavod juga merencanakam untuk membangun fasilitas pemeliharaan dan perbaikan purnajual untuk tank T-90MS/MSK di Kuwait dan tank T-90S/SK di aljazair.

Perusahaan juga akan terus berupaya untuk memodernisasi produk pertahanannya, yangb sebelumnya dipasok ke Armenia dan Belarus. Perusahaan juga berencana ekspansi produknya ke pasar Afrika, termasuk perawatan dan peningkatan peralatan militernya di Ethiopia dan Angola.

Tahun ini Uralvagonzavod berencana untuk memodernisasi 1.000 tank T-72 India dengan melengkapi mesin diesel V-92S2 4 percepatan, 12 silinder tipe V, dengan supercharger gas turbin, pendingin cair dan tenaga 1.000 HP.

T90S adalah varian ekspor dari MBT generasi ketiga buatan Rusia T-90. Didukung fitur persenjataan yang kuat, sistem kontrol tembak yang modern, baja gabungan dan komposit armor serta manuver yang tinggi. Hal ini didukung dengan kemampuannya beroperasi di segaa cuaca, sepanjang waktu dan alam kondisi iklim apapun.