Showing posts with label ISIS. Show all posts
Showing posts with label ISIS. Show all posts

Drone Buatan China CH-4 di Irak Mencapai Tingkat Keberhasilan Operasi 100 persen

Baru-baru ini militer Irak mempublikasikan video dan gambar dimana pada publiksi itu menunjukkan pengoperasian Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) atau pesawat serang tanpa awak. Militer irak mengoperasikan UCAV buatan China, diketahui sebagai CH-4 atau disebut juga Caihong-4. Dengan publikasi ini menandai bahwa militer Irak secara resmi telah memasukan CH-4 masuk layanan militer Negara yang sedang berjuang memberantas kelompok teroris dari Negara Islam Irak dan Suriah tersebut.

Control Room
Video itu dirilis oleh kementerian pertahanan Irak, pada 12 februari 2018 dalam video tersebut kementerian pertahanan Irak mengklaim keberhasilan misi operasi CH-4 dalam layanan militer Irak, dalam keterangannya CH-4 telah mengeksekusi sebagian besar sasaran di kawasan barat laut Negara tersebut. Setidaknya terdapat 260 misi penyerangan yang telah dilakukan CH-4 untuk menghancurkan target teroris ISIS dengan tingkat keberhasilan operasi  mendekati 100 persen.

Dalam publikasi tersebut setidaknya terdapat 5 pesawat tanpa awak yang tertangkap kamera, dalam rekaman video berdurasi 2:47 detik tersebut juga memperlihatkan penghancuran target-target didarat serta ruang kendali CH-4 sebagai command center dari CH-4.

CH-4
CH-4 adalah pesawat serang tanpa awak buatan China UCAV yang diproduksi oleh China Aerospace Long March International ini mirip dengan UCAV kepunyaan Amerika Serikat buatan perusahaan American General Atomic yaitu MQ-9 Reaper. CH-4 memiliki fixed wing, UCAV ini dapat membawa rudal dan dapat ditembakkan dari udara ke darat dengan ketinggian 5 km. pesawat tanpa awak ini dirancang untuk misi pengintaian sekaligus penghancuran target dengan rudal pandu serta memiliki katahanan terbang selama 40 jam, dapat membawa muatan seberat 761 pound dengan tentengan 2 rudal seperti AR-1/HJ-10 anti tank setara dengan AGM 114 Hellfire buatan Lockhed Martin dan 2 bom yang dipandu GPS FT-9. Pesawat tanpa awak ini pertama kali muncul pada 2013. Dan ditampilkan untuk pertama kalinya dalam pagelaran China Airshow pada bulan November 2014.

Memiliki rentang sayap 20 meter, dengan kecepatan maksimum 130 mil per jam, kemudian radius jangkauan terbang 155 mil.
Irak memesan CH-4 pada 2014, dan dating pada tahun itu juga.

Spesifikasi CH-4
Sayap: 10 meter
Berat: 1,260 kg
Kecepatan: 180 km/jam maksimum
Ketinggian 5000 m/ 5km
Ketahanan: 40 jam,
Payload: 115 kg




Pertempuran Marawi, 2 Tentara Tewas Akibat Jet Tempur FA-50 Filipina Salah Menjatuhkan Bom


Dua anggota militer Filipina tewas dan 11 lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah pesawat jet milik Angkatan Udara militer Filipina secara tidak sengaja menjatuhkan bom terhadap posisi sekelompok pasukan darat Filipina yang sedang melakukan operasi tempur untuk mengusir militan pro-ISIS dari kota Marawi.
Insiden yang terjadi di hari Rabu (12/7) adalah kali kedua serangan udara salah menargetkan musuh justru sebaliknya terjadi “friendly fires” hal ini bisa saja merusak konsentrasi serta kepercayaan pasukan darat militer Filipina terhadap Angkatan udaranya.
Pesawat FA-50 AU Filipina (photos by Tempo.co)

Dua bulan sudah militer Filipina tetap berusaha untuk membersihkan kota Marawi dari para gerombolan bersenjata pro-ISIS walaupun pihak militer mengklaim wilayah yang diduduki oleh para militan hanya sekitar 10% dari wilayah Marawi namun toh begitu, pihak militer belum bisa membebaskan 100% wilayah tersebut.
Pihak militer menyebut serangan udara itu dilakukan pada siang hari menargetkan sebuah bangunan yang diduga dijadikan tempat persembunyian para gerilyawan, namun satu dari empat bom yang dilepaskan oleh pesawat tempur FA-50 jatuh terlalu dekat dengan posisi pasukan darat Filipina.

Juru bicara militer mengatakan pada media “bom itu jatuh di sebuah area dekat dengan bangunan, dimana didalam bangunan tersebut terdapat unit militer darat tinggal disana dan ledakan itu menyebabkan sebagian bangunan itu runtuh, puing-puing yang jatuh dari struktur bangunan menimpa orang-orang kita sehingga menyebabkan dua tentara tewas dan 11 lainnya luka-luka”.

Setelah kejadian tersebut pihak militer Filipina menyatakan untuk menarik pesawat FA-50 dari tugas kampanye udara di wilayah Marawi. Hal ini dilakukan guna membantu penyelidikan penyebab terjadinya “friendly fires” dan menyelidiki mengapa terjadi kegagalan salah satu bom mencapai target.

Hanya pesawat FA-50 yang ditarik namun pesawat jenis lainnya tetap akan digunakan untuk memberikan dukungan udara ke pasukan darat. Dalam pernyataannya Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana menanggapi insiden salah sasaran tersebut “kejadian ini menggambarkan sulitnya menghadapi pertempuran kota dimana pasukan darat beroperasi ditempat yang sempit dan sangat dekat dengan musuh”.

Lorenzana bahkan mengatakan masalah yang dihadapi militer Filipina serupa dengan yang dihadapi negara-negara lain di Mosul, Fallujah, dan Raqqa, merujuk pada pertempuran melawan ISIS di Timur Tengah.
Pertempuran di Marawi telah berlangsung kurang lebih 2 bulan menewaskan 92 tentara dan polisi, 392 gerilyawan dan 45 warga sipil. Pada hari Rabu telah ditemuksan 6 jenazah yang dibunuh oleh pihak militan, jasad tersebut ditemukan di tengah pusat kota, diperkirakan mereka terbunuh pada awal-awal pertempuran, namun jasad mereka urung dievakuasi mengingat masih tingginya intesitas tembakkan dari pihak militan didaerah tersebut.

Pihak militer memperkirakan 100 gerilyawan bersenjata masih mengendalikan sekitar seribu bangunan dan rumah di pusat kota Marawi.

ISIS Mengklaim Bertanggungjawab Atas Serangan Yang Menewaskan 23 Tentara Mesir di Sinai

Militan Islam menyerang sebuah pos militer militer Mesir di daerah terpencil sekitar semenanjung Sinai serangan tersebut dilakukan dengan bom mobil dikuti dengan tembakan senjata mesin berat kejadian tersebut terjadi pada hari jum’at (7/7), dalam peristiwa tersebut setidaknya 23 tentara Mesir tewas dalam serangan paling mematikan dalan kurun waktu 2 tahun terakhir.
Photo by AP

Kelompok teroris ISIS atau IS (Islamic State) mengeluarkan pernyataan bahwa IS bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pernyataan tersebut dikeluarkan melalui online pada malam hari beberapa jam setelah penyerangan tersebut. IS menyatkan serangan tersebut dilakukan saat tentara mesir tengah mempersiapkan serangan terhadap posisi IS di Sinai.

Serangan yang dipersiapkan Mesir merupakan upaya negara tersebut untuk menghancurkan kelompok teror di wilayah Sinai yang terkenal kuat dan tangguh setelah IS di Irak dan Suriah. Mesir berupaya mengendalikan pemberontakan di Sinai setelah kelompok lokal menyatakan sebagai bagian dari IS di Irak dan Suriah beberapa tahun yang lalu.

Serangan tersebut pada jum’at pagi hari diawali ketika seorang pembom bunuh diri menabrakkan kendaraannya ke sebuha pos pemeriksaan kompleks militer di el-Barth, sebelah barat daya kota Rafah. Diikuti dengan puluhan militan bertopeng menngunakan 24 SUV Land Cruiser, para militan melepasakan tembakan ke arah tentara yang sedang bertugas dengan senapan mesin.

Menurut pejabat yang tidak ingin deisebutkan identitasnya menyatakan bahwa serangan tersebut berlangsung selama setengah jam, dimana dipos tersebut terdapat sekitar 60 tentara yang bertugas. Ketika serangan mereda para militas menjarah isi pos pemeriksaan, merampas senjata dan amunisi sebelum melarikan diri. Sejumlah militan dilaporkan tewas dalam penyerangan  tersebut mengindikasikan adanya perlawanan dari tentara Mesir, dilokasi juga ditemukan beberapa kendaraan milik para militan yang ditinggalkan.

Diperkirakan ledakan bunuh diri pada saat awal penyerangan mematikan sistem komunikasi militer sehinnga memaksa seorang perwira menggunakan Aplikasi WhatsApp dengan merekam pesan audio untuk meminta bantuan kepada temannya, pesan itu kemudian menyebar di media sosial.

“ini mungkin detik terakhir dalam hidupku” suara lelaki dalam rekaman tersebut dengan nada tenang “cepat, siapa saja yang tahu bagaimana mencapai pusat komando beritahu mereka untuk menggunakan artileri, kita disini masih hidup” lalu terdengar suara memuji tuhan dan berakhir dengan mengatakan “kami akan membalasnya atau mati”.

Dua Mayat Sandera Vietnam Yang Dipenggal Abu Sayyaf Ditemukan di Pulau Basilan

Mayat dua korban yang dikabarkan tewas dipenggal oleh kelompok Abu Sayyaf ditemukan di Pulau Basilan bagian selatan Filipina. Kedua pria tersebut diidentifikasi oleh pihak berwenang sebagai Hoang Trung Thong dan Hoang Va Hai, kedua jasad tersebut diyakini dua diantara enam awak kapal kargo yang disandera oleh kelompok tersebut pada November tahun lalu.

Dua Sandera Asal Kanada Sebelum Dieksekuasi, (photo by AAP)
Ketika itu sekitar 10 militan bersenjata menyerbu kapal MV Royal 16, Abu Sayyaf menculik kapten dan kru kapal. Mereka telah menyandera para kru selama 8 bulan sebelum dua orang dari mereka dieksekusi dengan cara dipenggal.

Satu sandera berhasil diselamtkan bulan lalu dan 3 lainnya tetap berada di tangan Abu Sayyaf, kelompok ini memang terkenal dengan jaringan terornya dan menyandera turis untuk dimintai tebusan jika permintaan mereka tidak dikabulkan mereka membunuh sandera dengan cara yang tidak manusiawi.

Abu Sayyaf dikenal sebagai kelompok militan sejak 1990an, sebelumnya kelompok ini mengaku bagian dari jaringan teror di Al-Qaeda lalu kemudian kelompok ini dibawah komando Isnilon Hapilon mendeklarasikan bergabung dengan ISIS dan menyatakan sumpah setianya kepada kekhalifahan Abu Bakar al-Baghdadi.

Bulan Februari, warga Jerman, Jurgen Kartner dipenggal karena tuntutan tebusan sebesar $600.000 tidak dipenuhi dan di 2015 dua sandera berkewarganegaraan kanada menemui nasib yang sama setelah tuntutan tebusan tidak bisa dipenuhi. Di 2011 seorang warga negara Australia, Warren Richard Rodwell ditangkap  oleh Abu Sayyaf, Richard disandera selama 15 bulan.

Para penculiknya kemudian membuat video bukti lalu mengirimkannya ke istri dan keluarganya dioa terlihat kurus dan lemah. “untuk keluarga saya, tolong lakukan apapun untuk mengumpulkan $ 2juta mereka meminta pembebasan saya sesegera mungkin” katanya dalam satu video.

Pria berusia 53 tahun itu akhirnya dilepas dengan biaya yang diperkirakan $100.000, Ia dilaporkan ditemukan dalam keadaan lemah dan kebingungan di sebuah kota pantai di Filipina selatan.

Militer Menerapkan Gencatan Senjata Selama Perayaan Lebaran Idul Fitri

Panglima militer Filipina Eduardo M. Ano menyatakan pasukannya akan menerapkan “jeda kemanusiaan” selama perayaan hari raya Idul Fitri di Kota Marawi. Kota Marawi adalah kota muslim terpenting di Filipina yang terletak di kepulauan Mindanao, selatan Filipina.
 
Ilustrasi
Dalam pernyataannya Ano menegaskan menghormati terhadap para pemeluk Agama Islam “kami mengumumkan Jeda kemanusiaan dalam operasi militer kami sebagai wujud rasa hormat kami yang tinggi terhadap umat Islam yang sedang merayakan Idul Fitri di Kota Marawi.

Sementara juru bicara kepresidenan Ernesto C. Abella mengatakan dalam pernyataannnya gencatan senjata “jeda kemanusiaan” akan dicabut jika terjadi kondisi yang terbukti (1) keamanan pasukan pemerintah dalam bahaya; (2) ada ancaman terhadap warga sipil; dan (3) jika musush mulai menembak dan pasukan kita serta pihak yang berwenang lainnya tidak memiliki jalan lain selain hak untuk membela diri.

Kota Marawi masih dalam status Darurat militer setelah ratusan militan yang mengatasnamakan ISIS asia tenggara menduduki kota tersebut sebagai bagian dari pendirian daulah islamiyah wilayah Asia Tenggara. Ratusan militan memasuki kota sambil mengibarkan bendera Islamic State (IS), di wilayah Mindanao selatan tersebut.

Sejak saat itu pasukan militer Filipina meluncurkan serangan udara dan darat tanpa henti dalam upaya menghancurkan kekuatan militan dan mengusirnya dari wilayah tersebut namun, setelah 1 bulan operasi dilakukan, pihak militer gagal mengusir para militan dari kota Marawi. Meskipun pihak militer mengklaim bahwa pemerintah telah mengendalikan 90 persen wilayah Marawi dan hanya 10 persen wilayah yang dikuasai militan IS.

 Sebagian besar kota yang terletak di tepi danau tersebut mengalami kerusakan parah akibat pertempuran dan bom yang dijatuhkan pihak pemerintah ke posisi-posisi militan IS di darat. Sementara itu sebagaian penduduk yang berjumlah mencapai 200.000 jiwa mengungsi ke pusat evakuasi atau ke rumah kerabat mereka di luar Marawi.

Di kota Iligan sebelah utara Marawi para pengungsi yang mayoritas merupakan muslim melaksanakan Sholat Ied di lapangan balai kota, menandai berakhirnya bulan ramadan tahun ini. Komando bersenjata dari Satuan Khusus Polisi Aksi melakukan penjagaan saat sholat berlangsung.

Australia Mengirimkan 2 pesawat Pengintai Ke Filipina Untuk Memerangi ISIS di Asia Tenggara

Pemerintah Australia menawarkan bantuan kepada Filipina untuk melawan militan pimpinan Isnilon Hapilon di Marawi yang memiliki jaringan dengan Islamic State (IS) di Timur Tengah. Pemerintah Autralia akan membantu dengan cara mengirimkan 2 pesawat pengintai milik Angkatan Udara Australia.
AP-3C Orion

Dua pesawat yang akan dikirimkan ke Filipina yaitu AP-3C Orion dari Royal Australian Force atau Angkatan Udara Australia, pesawat tersebut akan memberikan dukungan pengawasan dan pengintaian kepada Angkatan Bersenjata Filipina.

Gayung bersambut pemerintah Filipina melalui juru bicara kepresidenan Ernesto Abella mengatakan bahwa pihaknya dengan senang hati menyambut segala bentuk bantuan asing untuk menekan perlawanan dari para militan yang melakukan pemberontakan di Marawi.

Dalam pernyataan yang disiarkan di televisi Abella mengatakan “kementerian pertahanan kami melakukan koordinasi dengan rekan-rekan di Australia yang dalam tawaran terakhirnya akan memeberikan dukungan pengawasan dan pengintaian kepada Angkatan Bersenjata Filipina”.

Menteri pertahanan Australia Marise Payne dalam pernyataan sebelumnya mengatakan bahwa ancaman terorisme di kawasan regional, terutama dari kelompok jaringan ISIS dianggap sebagai ancaman langsung bagi Australia dan kepentingannya.

“Australia akan terus bekerjasama dengan mitra kami di Asia Tenggara untuk melawannya” kata Payne.
Sementara Amerika Serikat juga telah menawarkan bantuannya dalam yang dilakukan tentara pemerintah melawan kelompok teror di Filipina. Pihak Filipin asebelumnya telah mengkonfirmasi kehadiran Tentara Amerika yang ikut serta dalam Operasi tersebut, namun mereka menjelaskan partisipasi Amerika terbatas pada pembagian informasi Intelijen.

Saat ini kota Marawi dalam keadaan status darurat militer terhitung dari tanggal 23 Mei saat terjadi bentrokan pertama antara gerilyawan maute dan militer Filipina, sehingga Presiden Rodrigo Duterte menetapkan status arurat militer.
Sekitar 246.000 penduduk Marawi mengungsi akibat pertempuran tersebut.

Spesifikasi AP-3C Orion RAAF

Pembuat: Lockheed Martin
Fungsi: Pengintaian Jarak jauh, SAR. Anti kapal permukaan, Anti kapal selam
Berat Maksimal: 61.200 kg
Rentang Sayap: 30,8 m
Endurance: 15 jam
Batas ketinggian: 35.000 kaki
Kecepatan maks: 750 km/jam
Jumlah kru: 13
Armament: mk-46 lightweight anti-submarine torpedo, AGM-84 Harpoon anti-ship missile,

Iran Menenembakan Rudalnya Ke Suriah Timur

Pada hari Minggu militer Iran meluncurkan beberapa rudal ke Suriah Timur, serangan tersebut diarahkan kepada para pejuang Islamic State (IS) di wilayah Deir Ezzor, pihak Iran menyebut serangan tersebut sebagai tindakan balasan terhadap serangan ganda di Teheran, Ibukota Iran pada 7 Juni lalu. 


Serangan tersebut merupakan pertama kalinya Iran menembakan rudal terhadap negara lain dalam 3 dasawarsa, dan semakin menegaskan peran Iran dalam perang yang sedang berlangsung di Suriah.

Korps Pengawal Revolusioner Islam (IRGC), melalui media rwesmi Iran, Sepah News, mengatakan rudal yang diluncurkan pihaknya merupakan rudal jarak menengah. Rudal tersebut di luncurkan dari provinsi Kermanshah, Iran Barat dan menargetkan posisi ISIS di wilayah Suriah Timur, Deir Ezzor.

Saat serangan itu 6 penyerang membunuh setidaknya 16 orang di geung parlemen Iran dan tempat suci yang didedikasikan bagi pendiri revolusioner Iran, Ayatollah Khomeini.

Dua Komandan IS Tewas Oleh Serangan Udara Rusia di Deir ez-Zour

Intelijen militer Rusia memberitahu tentang rencana Islamic State (IS) yang akan melancarkan serangan besar terhadap kota Deir ez-Zour di Suriah, hal ini diungkapkan oleh menteri pertahanan Rusia. Maka mencegah serangan tersebut militer Rusia melakukan serangan Preventif dengan menyerang basis IS dan dalam serangan itu setidaknya 180 pejuang IS dilaporkan terbunuh, termasuk dua komandan dari IS.


Dalam pernyataan yang disampaikan pada hari sabtu kemarin (17/6), kementeria pertahanan Rusia menyebut ada konsentrasi kekuatan IS di dekat kota Deir ez-Zour yang sedang terkepung hal itu diketahui oleh pesawat pengintai milik Rusia yang sedang melakukan misi pada awal Juni lalu.

Mengetahui hal tersebut komando militer Rusia di Suriah memutuskan untuk melakukan serang preventif untuk mencegah serangan para militan terhadap kota Deir ez-Zour.

Dua serangan udara itu terjadi pada 6 dan 8 Juni yang dilakukan oleh Angkatan Udara Rusia dan berhasil menewaskan 2 komandan lapangan militan IS yaitu Abu Umar al-Bejiki berasal dari Belgia yang sebelumnya merupakan atlet Tenis, dan Abu Yasin al-Masri dari Mesir.

Ditambahkan bahwa serangan tersebut membunuh 180 militan serta menghancurkan 18 kendaraan. IS juga kehilangan sebuah artileri dan persedian amunisi.

Militer Rusia Mengklaim Kemungkinan Angkatan Udaranya Telah Membunuh Abu Bakr al-Baghdadi

Pihak militer Rusia pada Jum’at (16/6) kemarin mengeluarkan pernyataan bahwa kemungkinan militernya telah berhasil membunuh Khalifah Islamic State, Abu Bakr al-Baghdadi dalam sebuah serangan udara Angkatan Udara Rusia di sebuah gurun diluar ibukota Raqqa.


Serangan tersebut terjadi bulan lalu tanggal 28 mei disebuah gurun diluar Raqqa, ketika itu informasi yang diterima Angkatan Udara Rusia mengetahui pertemuan para pejabat Negara Islam, setelah mengetahui akan adanya pertemuan tersebut dilakukanlah serangan Udara. Pihak Angkatan Udara Rusia menduga Abu Bakr al-Baghdadi ikut terbunuh dalam serangan tersebut.

Namun pihak Amerika tidak bisa menguatkan pernyataan yang dikeluarkan oleh militer Rusia tersebut. Pihak barat dan Irak skeptis dengan kematian pemimpin negara islam yang mengangkat dirinya pada 2014 lalu di Mosul.

Pemimpin Negara Islam tersebut telah berulang kali dilaporkan meninggal hingga terluka namun klaim tersebut tidak disertai adanya bukti yang faktual sehingga kematian al-Baghdadi tidak diakui.
Seorang pejabat pertahanan AS mengkonfirmasi bahwa benar Angkatan Udara Rusia sangat aktif melakukan serangan udara di wilayah selatan Raqqa yang di klaim oleh pihak militer Rusia tempat terbunuhnya al-Baghdadi.

Tidak ada kabar tentang keberadaan ataupun aktivitas al-Baghdadi setelah terakhir pemimpin IS itu mengeluarkan sebuah pernyataan melalui rekaman audio kepada para pejuang di Mosul untuk tetap teguh menghadapi serangan pasukan Irak yang didukung AS untuk merebut Mosul.

Menteri Luar negeri Rusia pun Sergey Lavrov belum mendapat konfirmasi 100 persen terhadap klaim tersebut kalim tersebut masih membutuhkan bukti yang faktual yang bisa menguatkan klaim tersebut.
Jika kematian al-Baghdadi benar adanya maka ini akan menjadi pukulan bagi IS yang sedang mengalami penyusutan wilayah akibat serangan gencar pasukan koalisi dan Rusia untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai oleh para militan IS.

Rusia masuk Suriah pada tahun 2015 ketika itu Rusia mengirimkan pesawat kargo dalam misi kemanusiaan namun kemudian Rusia secara terang-terangan membantu kekuatan militer Suriah dalam memerangi Islamic State agar kelompok tersebut tidak mendapat simpati dari muslim Rusia khususnya di selatan Rusia, chechnya.

Diyakini Rusia memiliki jaringan intelijen yang kuat didalam tubuh IS sendiri dengan memanfaatkan muslim Chechnya dan Georgia untuk masuk kedalam kelompok tersebut.

Amerika Mengevakuasi Sejumlah Komandan ISIS Dari Pengepungan Raqqa

Laporan dari media Al-Manar TV menyebutkan bahwa militer Amerika melakukan evakuasi terhadap sejumlah komandan militan ISIS keluar dari Raqqa yang saat ini sedang di kepung. Militer Amerika melakukan operasi evakuasi dengan helikopter menuju tempat yang dirahasiakan oleh militer.


Masih menurut Al-manar, mengutip dari pejabat Dewan Ammar Assad mengatakan bahwa tiga minggu lalu, helikopter Amerika Serikat mengavakuasi sejumlah komandan dari militan Islamic State (IS) dari Raqqa dan kebanyakan dari mereka berkewarganegaraan barat.

Assad menambahkan Bahwa AS menekan pasukan Kurdi yang tergabung dalam pasukan Demokratik Suriah (SDF) untuk membiarkan sejumlah teroris IS untuk meninggalkan Raqqa.

Sementara itu pasukan dari pemerintah Suriah justru sedang gencar melakukan serangan besar-besaran ke wilayah Raqqa pada hari senin lalu menargetkan benteng-benteng terakhir IS di desa bagian barat provinsi tersebut.

Pasukan Suriah yang dipimpin oleh kesatuan elit mereka Pasukan Harimau berhasil membebaskan beberapa desa di bagian barat Raqqa dan membuka jalan bagi kemajuan pasukan Suriah untuk merebut ladang minyak utama Rusafa pada hari selasa pagi.

Sebenarnya semua wilayah di bagian barat ladang minyak Rusafa telah dibebaskan. Namun tentara belum bisa masuk ke ladang minyak tersebut dikarenakan adanya potensi bahaya seperti Improvised Explosive Devices (IED) yang dipasang oleh para militan IS setalah melakukan gerakan mundur dari wilayah tersebut.
Ankatan darat Suriah telah mencapai wilayah sekitar Tabaqa yang juga menjadi gari pertemuan dengan pasukan demokratik suriah yang didukung oleh Amerika Serikat.

Berbagai kelompok teroris yang didiukung oleh kekuiatan asing mendatangkan malapetaka bagi Suriah sejak 2011. Selam beberapa bulan terakhir pasukan Suriah melakukan serangan besar-besaran terhadap kekuatan IS di wilayah Suriah.

Suriah menyalahkan Amerika dan sekutu regionalnya Arab Saudi sebagai pendukung utama kelompok teroris di negara Suriah.