Showing posts with label perang. Show all posts
Showing posts with label perang. Show all posts

8 Tentara Turki Tewas Dalam Bentrokan Bersenjata di Afrin Suriah

Dikabarkan 8 tentara Turki tewas dalam sebuah pertempuran di wilayah Afrika Utara, tepatnya di Afrin. Lebih lanjut laporan itu menyebutkan 13 lainnya cedera dalam pertempuran yang terjadi pada hari kamis lalu.
Ini merupakan laporan paling menyedihkan dari Tentara Turki sejak kehadiran Pasukan Turki di Afrin untuk memerangi pemberontak milisi Kurdi. Tentara Turki telah melakukan kampanye militer untuk memerangi milisi Kurdi di Afrin sejak bulan januari lalu.

Disisi lain Dewan Hak Asasi Manusia PBB sedang memperdebatkan situasi diwilayah Ghouta Timur dimana pasukan Suriah dibantu Rusia melakukan pengepungan dan penggempuran terhadap kantong-kantong perlawanan pemberontak di Ghouta Timur. 
tentara turki mengibarkan bendera di afrin

Lebih dari 580 orang dilaporkan tewas di daerah yang dikuasai oleh pemberontak di dekat damskus sejak pasukan pemerintah dibantu sekutunya Rusia mengintensifkan pengeboman pada tanggal 18 februari, bahkan kehancuran Ghouta Timur tertangkap citra satelit.

Sebnyak 393.000 warga sipil terjebak dalam pertempuran disana, selain itu mereka kekurangan pasokan makanan dan obat-obatan.

Militer Turki mengumumkan gugurnya para tentara Turki, tidak ada rincian resmi dari pertempuran yang namun kantor berita swasta Dogan melaporkan bahwa Milisi Kurdi menggunakan terowongan untuk menyergap pasukan khusus Turki di distrik Kaltepe.

Kemudian laporan itu menambahkan sebuah helicopter dikirim untuk menyelamatkan dan mengevakuasi tentara yang terkena luka tembak. Ribuan warga sipil di Afrin telah meninngalkan rumah mereka setelah pasukan Turki memulai kampanye militernya untuk memerangi militant YPG Kurdi.

pemerintahTurki mengatakan bahwa militant YPG Kurdi adalah bagian dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) , PKK merupakan kelompok yang memperjuangkan otonomi kurdi di Turki Tenggara. Pemerintah Turki telah memasukkan PKK sebagai kelompok teroris.

YPG dianggap sebagai perpanjangan dari PKK, namun pihak PPG menyangkal tuduhan tersebut.
Kelompok pemantau Hak Asasi Manusia untuk Suriah melaporkan lebih dari 141 warga sipil tewas namun pihak Turki menolak laporan tersebut dan mengatakan bahwa hanya militan Kurdi yang menjadi sasaran operasi.

Bulan lalu amnesty internasional mengatakan adanya pemboman membabi buta telah membunuh sejumlah warga sipil di Afrin.

Pertempuran Marawi, 2 Tentara Tewas Akibat Jet Tempur FA-50 Filipina Salah Menjatuhkan Bom


Dua anggota militer Filipina tewas dan 11 lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah pesawat jet milik Angkatan Udara militer Filipina secara tidak sengaja menjatuhkan bom terhadap posisi sekelompok pasukan darat Filipina yang sedang melakukan operasi tempur untuk mengusir militan pro-ISIS dari kota Marawi.
Insiden yang terjadi di hari Rabu (12/7) adalah kali kedua serangan udara salah menargetkan musuh justru sebaliknya terjadi “friendly fires” hal ini bisa saja merusak konsentrasi serta kepercayaan pasukan darat militer Filipina terhadap Angkatan udaranya.
Pesawat FA-50 AU Filipina (photos by Tempo.co)

Dua bulan sudah militer Filipina tetap berusaha untuk membersihkan kota Marawi dari para gerombolan bersenjata pro-ISIS walaupun pihak militer mengklaim wilayah yang diduduki oleh para militan hanya sekitar 10% dari wilayah Marawi namun toh begitu, pihak militer belum bisa membebaskan 100% wilayah tersebut.
Pihak militer menyebut serangan udara itu dilakukan pada siang hari menargetkan sebuah bangunan yang diduga dijadikan tempat persembunyian para gerilyawan, namun satu dari empat bom yang dilepaskan oleh pesawat tempur FA-50 jatuh terlalu dekat dengan posisi pasukan darat Filipina.

Juru bicara militer mengatakan pada media “bom itu jatuh di sebuah area dekat dengan bangunan, dimana didalam bangunan tersebut terdapat unit militer darat tinggal disana dan ledakan itu menyebabkan sebagian bangunan itu runtuh, puing-puing yang jatuh dari struktur bangunan menimpa orang-orang kita sehingga menyebabkan dua tentara tewas dan 11 lainnya luka-luka”.

Setelah kejadian tersebut pihak militer Filipina menyatakan untuk menarik pesawat FA-50 dari tugas kampanye udara di wilayah Marawi. Hal ini dilakukan guna membantu penyelidikan penyebab terjadinya “friendly fires” dan menyelidiki mengapa terjadi kegagalan salah satu bom mencapai target.

Hanya pesawat FA-50 yang ditarik namun pesawat jenis lainnya tetap akan digunakan untuk memberikan dukungan udara ke pasukan darat. Dalam pernyataannya Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana menanggapi insiden salah sasaran tersebut “kejadian ini menggambarkan sulitnya menghadapi pertempuran kota dimana pasukan darat beroperasi ditempat yang sempit dan sangat dekat dengan musuh”.

Lorenzana bahkan mengatakan masalah yang dihadapi militer Filipina serupa dengan yang dihadapi negara-negara lain di Mosul, Fallujah, dan Raqqa, merujuk pada pertempuran melawan ISIS di Timur Tengah.
Pertempuran di Marawi telah berlangsung kurang lebih 2 bulan menewaskan 92 tentara dan polisi, 392 gerilyawan dan 45 warga sipil. Pada hari Rabu telah ditemuksan 6 jenazah yang dibunuh oleh pihak militan, jasad tersebut ditemukan di tengah pusat kota, diperkirakan mereka terbunuh pada awal-awal pertempuran, namun jasad mereka urung dievakuasi mengingat masih tingginya intesitas tembakkan dari pihak militan didaerah tersebut.

Pihak militer memperkirakan 100 gerilyawan bersenjata masih mengendalikan sekitar seribu bangunan dan rumah di pusat kota Marawi.

2 Pos Militer dan 4 Tentara India Tewas Dalam Serangan Tentara Pakistan disepanjang Garis Perbatasan


Pada hari Minggu  (9/7) kemarin Angkatan Darat Pakistan mengeluarkan pernyataan bahwa pasukannya telah menghancurkan dua pos milik tentara Angkatan Darat India disepanjang Jalur Kontrol atau Line of Control (LoC) dan membunuh empat tentara India.

Gambar penyerangan Pos Militer India Oleh Tentara Pakistan (Photos By The Express Tribune)
Penyerangan pos militer India tersebut dilakukan sebagai aksi balasan atas dugaan penembakan yang tidak beralasan oleh pihak India disepanjang garis Line of Control dimana pada aksi penembakan militer India itu menewaskan lima warga sipil Pakistan pada hari Sabtu.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh bagian hubungan kemasyarakatan menjelaskan “pasukan Angkatan Darat Pakistan mengambil tindakan tepat pada 9 juli dan menyebabkan kerugian besar nyawa dan materiil. Dua pos militer India yang telah menembaki warga sipil Pakistan telah dihancurkan dan 4 tentara India tewas terbunuh”.

“tindakan tersebut merupakan upaya untuk melindungi warga sipil dari agresi India yang tidak beralasan” tambahnya. Sementara juru bicara resmi Angkatan Bersenjata pakistan, Mayor Jenderal Asif Ghafoor melalui akun twitternya menginformasikan hal yang sama disertai video tentara Pakistan yang diduga menghancurkan 2 pos milik Angkatan Darat India.

Sehari sebelumnya pada hari sabtu bertepatan dengan peringatan kematian komandan Hizbul Mujahidin Burhan Wani, militer Pakistan mengklaim bahwa Angkatan Darat India diduga menggunakan senjata berat untuk menembak warga sipil diwilayah Kashmir yang diduduki oleh Pakistan. Dalam laporan tersebut setidaknya 5 warga sipil Pakistan termasuk 4 wanita tewas dan sepuluh lainnya mengalami luka-luka.

Line of Control atau Jalur Kontrol adalah garis kontrol militer antara India dan Pakistan dimana garis tersebut membagi kashmir menjadi 2 bagian satu sisi masauk wilayah India dan pada sisi lainnya masuk wilayah Pakistan.

garis kontrol perbatasan kashmir (photos by Wikipedia)
 Garis tersebut sebenarnya tidak diakui sebagi garis perbatasan oleh hukum internasional, namun diakui secara de facto . awalnya garis didesain sebagai jaulur gencatan senjata namun berubah menjadi “garis kontrol” merujuk pada perjanjian Simla ditandatangani pada 3 Juli 1972.

Garis kontrol bagian Indai dikenal sebagai Negara bagian Jammu dan Kashmir sedangkan bagin yang dikuasai Pakistan disebut Azad Jammu dan Kashmir serta Gilgit-Baltistan.

Perang Teluk Persia, Ketika Irak Menyerang Kuwait


Setelah 8 tahun berperang dengan Iran (1980-1988), Irak mulai kembali menata negaranya. Akibat perang 8 tahun Irak memiliki banyak hutang dengan negara lain diantaranya dengan kuwait yang mencapai $30 miliar, oleh karena itu Irak dibawah pimpinan Saddam Hussein pada 1990 Saddam berencana untuk meminta negara-negara di teluk arab untuk memotong produksi minyak mereka kemudian menaikkan harga minyak dunia. Namun negara-negara teluk menolak usulan tersebut, Saddam merasa dikhianati oleh negara-negara arab karena keengganan tersebut.

Kemudian Irak beralih ke Kuwait dan menuduh negara tersebut telah mencuri persediaan minyak disepanjang perbatasan Rumayla, Irak mengerahkan sejumlah pasukan besar ke perbatasan Kuwait. Pada tanggal 2 Agustus 1990 Saddam memerintahkan pasukannya menyerbu wilayah Kuwait  dengan  120.000 pasukan yang terdiri dari 7 divisi didukung dengan ribuan tank memasuki perbatasan Kuwait dan dengan cepat dapat di kuasai kemudian angkatan udara Irak membombardir Kuwait City dihari yang sama. Kekuatan angkatan perang Kuwait tidak bisa membendung laju tentara Irak namun begitu, Pasukan Kuwait dapat memperlambat gerak maju tentara Irak untuk kemudian dimanfaatkan untuk mengungsikan keluarga kerajaan kuwait menuju Arab Saudi.

Tak lama setelah didudukinya wilayah Kuwait Saddam Hussein mengumumkan Kuwait sebagai Provinsi ke-19 dari Irak.

Merespon invasi tersebut PBB mengeluarkan resolusi serta mengecam tindakan Irak, dunia internasional mengutuk dan memulai memberikan sanksi, pemutusan hubungan dagang , hingga embargo terhadap Irak.

Kedatangan Pasukan Koalisi

Pihak Kerajaan dipengasingan dengan segera meminta bantuan kepada Amerika Serikat. Arab Saudi yang juga khawatir wilayahnya akan ikut diserang oleh Irak mengundang Amerika untuk ikut masuk dalam perang tersebut. Pada 3 Agustus 1990 PBB memperingatkan Irak untuk menarik pasukannya dari Kuwait, tiga hari kemudian raja Fahd dari Arab Saudi bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Richard Cheney untuk meminta bantuan AS. Sebelumnya Saddam Hussein begitu percaya diri bahwa negara-negara teluk tidak akan meminta bantuan dari barat untuk masuk ke Timur Tengah. Namun prediksi Saddam Hussein meleset 2/3 dari 21 negara teluk meminta intervensi luar khususnya dari NATO.

Aksi Pasukan Sekutu di Pertempuran (Photos By Wikipedia)
Setelah itu pasukan sekutu yang dipimpin oleh AS mulai menumpukkan kekuatan militernya di beberapa negara teluk. Pesawat dan pasukan darat dikirim ke Mesir, Arab Saudi dan beberapa negara Teluk lainnya.
Sementara di Kuwait, Irak menambah kekuatan pasukannya hingga mencapai 300.000 pasukan, untuk mendapatkan simpati dari masyarakat muslim Saddam menyebut perang tersebut sebagai Jihad, perang suci melawan Koalisi.

16 Januari menjadi awal perang, setelah sebelumnya PBB mengumumkan mengesahkan” semua cara yang diperlukan” untuk melawan Irak jika tidak menarik pasukannya paling lambat 15 Januari dimana pesawat tempur dan bomber pasukan koalisi melakuakn kampanye pemboman lewat udara dengan target instalasi militer terutama fasilitas AU serta senjata anti pesawat dan instalasi sipil Operasi tersebut dikenal sebagai Operasi Desert Storm.

Selama 42 hari kekuatan udara NATO terus menggempur Irak dengan lebih dari 100.000 serangan serta menjatuhkan 88.500 ton bom, operasi tersebut dipimpin oleh Letnan Jenderal USAF Chuck Horner.
Pada pertengahan februari tepatnya tanggal 24 Februari pasukan koalisi meluncurkan operasi darat yang dikenal dengan Operation Desert Sabre yaitu serangan ofensif koalisi dari timur laut arab Saudi ke wilayah kuwait dan selatan Irak dalam waktu 3 hari pasukan koalisi dapat merebut kota Kuwait. Smentara pasukan lapis baja AS maju sejauh 200 km ke irak dari arah barat Kuwait dan menghancurkan pasukan cadangan lapis baja irak dari belakang garis pertahanan Irak.
Pada 27 Februaru pasukan koalisi berhasil menghancurkan sebagian besar unit pasukan Garda Republik Irak yang mencoba membuat pertahanan di al-Ba’rah bagian tenggara Irak.
Sehari setalahnya 28 Februari Presiden G. Bush mengumumkan gencatan senjata, dan perlawanan pasukan Irak telah hancur. Irak akhirnya menyetujui syarat yang diajukan sekutu diantaranya Irak mengakui kedaulatan Kuwait dan menyingkirkan semua senjata pemusnah massal (nuklir, biologi dan kimia). Tidak ada angka resmi mengenai jumlah pasukan Irak yang ikut bertempur namun diperkirakan berjumlah 180.000 sampai 630.000 dimana Irak kehilangan 8.000 sampai 100.000 tentaranya sedangkan di pihak Koalisi kehilangan sekitar 300 tentara.

Serangan Rudal Scud Irak ke Israel

Selama 7 minggu pertempuran setidaknya terdapat 88 rudal scud yang dilepaskan dari Irak. Irak mencoba melakukan tindakan provokasi untuk menarik Israel kedalam Perang, Irak yakin jika Israel ikut dalam perang tersebut maka negara-negara teluk akan menarik diri karena tidak akan ikut berperang bersama Israel.

Warga Sipil Israel Menggunakan Masker Untuk Menghindari Senjata Kimia Irak yang Dibawa Rudal Scud (Photos By Wikipedia)
Presiden Bush kemudain membujuk PM Israel untuk tidak melakukan pembalasan terhadap Irak dan menarik kembali jet tempurnya AS Khawatir jika Israel menyerang Irak negara-negara Arab akan meninggalkan koalisi. 

Sebanyak 74 warga Israel dalam serangan tersebut diduga rudal Scud tersebut mengangkut senjata kimia dikarenakan korban tewas mengalami lemas dan sesak nafas.

Ada kejadian unik dimana 137 pesawat Irak melarikan diri dengan menyeberangi perbatasan Iran dan mendarat disana untuk menghindari pasukan koalisi, 137 pesawat tersebut tidak pernah kembali setelah perang berakhir. Kejadian ini sangat aneh sekaligus konyol karena seblumnya Irak dan Iran terlibat Perang selama 8 tahun dan bakhir 2 tahun sebelum penyerangan Irak atas Kuwait.

Tentara Yaman Meluncurkan Serangan Rudal Ke Pangkalan Militer Arab Saudi

Tentara Angkatan Darat Yaman yang didukung oleh pejuang dari komite populer sekutu, telah melakukan serangan rudal terbaru terhadap sebuah pangkalan militer di wilayah Najran, Arab Saudi, dalam kejadian itu menewaskan setidaknya 6 tentara Arab Saudi.

Ilustrasi
Jaringan televisi berbahasa Arab, al-Masirah melaporkan pada hari kamis bahwa rudal tersebut menghantam basis militer al-Shabakah.

Pasukan Yaman melakukan serangan serupa atas pangkalan militer al-Farizah di wilayah jizan terletak di barat daya Arab Saudi, menyebabkan pos tersebut terbakar hebat.

Secara terpisah sumber militer Yaman mengatakan adanya bentrokan antara militan yang setia dengan mantan Presiden, Abd Rabbuh Mansur Hadi dan pejuang Houthi Ansarullah di distrik Sirwah provinsi Ma’rib Tengah, pada hari kamis.

Pasukan Yaman baru-baru ini meningkatkan serangan balasan terhadap koalisi Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi.
Enam militan pro-Hadi dan 14 pejuang Houthi tewas dalam pertempuran di Ma’rib Tengah.
Kantor berita Yaman mengatakan seorang Komandan pro-Hadi yang memiliki kedudukan penting termasuk menjadi korban tewas dalam bentrokan tersebut. Laporan lain mengatakan puluhan tentara bayaran Arab Saudi tewas dalam bentrokan tersebut.

Arab Saudi memimpin sebuah kampanye militer untuk melawan yaman selama lebih dari 2 tahun dengan dalih untuk menghancurkan kelompok Syiah Houthi yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh pemerintahan Riyadh yang mendukung mantan Presiden Hadi.

Kelompok Houthi telah menduduki kursi pemerintahan dan telah menjalankan urusan negara sejak 2014 saat Hadi melarikan diri ke Riyadh dan meminta bantuan Arab Saudi.


Seorang Pejabat Senior IS Tewas dalam Sebuah Serangan Di Raqqa Timur

Seorang Pejabat Senior IS Tewas dalam Sebuah Serangan Di Raqqa Timur

Pada hari minggu sumber dari militer menyatakan seorang pejabat senior dari kelompok radikal Islamic State terbunuh bersama dengan beberapa jihadis lainnya dalam sebuah serangan yang dilakukan oleh Syria Democratic Force (SDF) yang dipimpin oleh kelompok Kurdi dikota Raqqa, ibukota de facto dari Islamic State.

Jihadis yang berasal dari Tunisia ini dikenal dengan nama Abu Khattab al-Tunsi, dia juga merupakan kepala operasi militer di bagian Raqqa timur, Abu Khattab terbunuh dengan luka tembak dari pasukan SDF.

Seorang Juru bicara dar SDF memberi keterangan kepada media pada hari minggu (11/6) “sedikitnya 12 jihadis IS tewas dalam pertempuran dengan SDF di bagian timur Raqqa. Diantara korban yang berhasil dibunuh ada Abu Khattab” tutur juru bicara tersebut.

“kematian al-Tunsi akan menjadi pukulan berat bagi kelompok teror IS. Dia memimpin operasi militer di Raqqa timur” kata pejabat Kurdi.

Sementara itu di medan perang yang lain para militan IS melancarkan serangan atas markas SDF di bagian utara Raqqa dengan meluncurkan beberpa mortir ke arah pos pemeriksaan keamanan milik SDF di desa al-Kleb dan Shahir di utara Raqqa pada tengah malam di hari minggu.

“ledakan mortir tersebut menyebabkan pasukan dari SDF mengalami cedera setidaknya ada 6 pejuang SDF yang terluka, dan sekarang sedang dirawat oleh tim medis di Raqqa Utara” menurut sumber dari militer Kurdi.

Serangan ini terjadi setelah SDF melakukan serangan besar-basaran terhadap militan IS untuk merebut kota Raqqa yang merupakan wilayah IS sejak gerakan teroro tersebut menguasai wilayah tersebut pada tahun 2014.

Para pejuang Kurdi dibantu dengan persenjataan yang di suplai oleh Amerika mulai mengumumkan Operasi untuk merebut kota Raqqa pada hari selasa kemarin. Hasilnya beberapa lokasi telah berhasil dibebaskan dari tangan IS.

Militan IS di Marawi Mulai Mengalami Masalah Logistik

MARAWI- pengepungan kota Marawi sepertinya akan segera berakhir karena militan pendukung IS tersebut mulai mengalami kesulitan logistik setelah dikepung selama 2 minggu lebih, dan mereka direduksi menjadi “perlawanan Kecil” kata pihak militer pada hari Rabu (7/6).


Pasukan pemerintah Filipina telah memasuki 3 titik dimana sebelumnya tempat tersebut dikuasai para militan yang mulai mundur, kata Mayor Jenderal Carlito Galvez, kepala komando militer di wilayah tersebut.

“kami melihat makanan, IED, peralatan mobilitas, dan kami telah menyita kemampuan logistik mereka, kami melihat kemungkinan perang ini akan berakhir” katanya dalam sebuah pernyataan pers di kota Marawi.
Pihak militer menduga ada kurang lebih 100 sandera yang masih berada ditangan para militan pimpinan Isnilon Hapilon tersebut.

Kepala satuan tugas Brigadir Jenderal Rolly Bautista mengatakan kepada wartawan seorang pastor katolik dengan sekitar lusinan umat katolik lainnya yang disandera pada hari pertama pengepungan dipercaya masih hidup.

Pertempuran di Marawi menimbulkan kekhawatiran ISIS sedang mempersiapkan kekuatan kekhalifannya di luar Irak dan Suriah, dan membangun pangkalan regional di Mindanao Filipina yang dapat mengancam Indonesia, Malaysia, Singapura dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Pejabat Filipina mengatakan diantara para militan terdapat pejuang asing yang datang dari berbagai negara, ada sekitar 40 orang asing dari indonesia, Malaysia, bahkan India, Arab Saudi, Maroko, dan Chechnya.

Serangan atas kota Marawi mengindikasikan banyak faksi dari berbagai negara yang pro ISIS ingin menjadikannya sebagai “Daulah Wilayah” Asia Tenggara dengan Amir Wilayah Isnilon Hapilon, sebuah Video yang berhasil disita pihak militer pada pekan lalu bahwa pihak militan telah merencanakan serangan untuk dapat mengendalikan wilayah tersebut secara penuh.
Pangkalan Militer DI Somalia Utara Diserang Al-Shabab, 70 Tewas Warga Sipil Dan Wanita Dipenggal

Pangkalan Militer DI Somalia Utara Diserang Al-Shabab, 70 Tewas Warga Sipil Dan Wanita Dipenggal

Militan yang berasal dari pejuang Al shabab menyerang sebuah pangkalan militer di Putland wilayah otnom Somalia dan membunuh 70  orang, keterangan tersebut diberikan oleh beberapa pejabat setempat pada hari kamis (8/6) kemarin.

Pejabat tersebut menyebutnya sebagai serangan paling mematikan dikawasan ini selama bertahun-tahun, Somalia sedang menghadapi tantangan besar ketika negara tersebut harus menghadapi militan Al-Shabab dan Al-Qaida.



Serangan diawali dengan ledakan di kamp Af-Urur yang terpencil, 100 km sebelah barat kota Bussaso, selanjutnya para militan mulai menyerbu dan menguasai pangkalan dan membunuh tentara dalam jarak dekat, kata pejabat militer senior, Ahmed Mohamed.

Hampir 70 rang tewas dalam penyerangan tersebut namun data itu belum dapat dikonfirmasi karena data dilapangan belum tersedia.

Warga yang berada disekitar menceritakan kekacauan dalam penyerangan tersebut para militan juga memnggal kepala beberapa warga sipil yang mereka temui. Seorang saksi mata, Abdisabit Hassan mengatakan wanita termasuk menjadi korban dalam pemenggalan tersebut.

“situasinya kacau disana. Serangan ini tak terduga” kata Mohamed. Para penyerang termasuk pelaku bom bunuh diri menyerang pangkalan tersebut dari tiga penjuru, dan memaksa tentara untuk mundur.

Kolonel Hashi Ahmed, seorang pejabat militer senior mengatakan pada Associated Press pasukan bantuan telah mencapai daerah tersebut dan mengusir militan dari kamp tersebut. Hashi Ahmed memperkirakan setidaknya 100 militan terlibat dalam serangan tersebut.

Al Shabab mengklaim berhasil membunuh 61 tentara dalam serangan tersebut. SITE Inteligence Group, organisasi yang memantau kelompok ekstremis mengatakan Al-Shabab mengeluarkan klaim tersebut melalui kantor berita Shahada. Al-Shabab juga mengatakan bahwa mereka merebut sejumlah besar senjata, amunisi dan lebih dari belasan kendaraan militer.

Putland di Somalia utara juga menghadapi militan yang berafiliasi dengan IS yang telah berpisah dari Al-Shabab.

Pasukan Kurdi Suriah Mulai Menyerang Untuk Merebut Ibukota ISIS

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didominasi dari suku Kurdi Suriah mulai melakukan serangan ofensif ke kota Raqqa. Raqqa merupakan ibukota dari Islamic State secara de facto, saat ini pasukan Kurdi telah berhasil menembus pertahanan dari Islamic State pernyataan tersebut diberikan oleh komandan SDF.
  
“Pasukan kami berhasil memasuki kota Raqqa dari distrik Al-Meshleb di sebelah timur” kata Rojda Felat, Komandan SDF. Pertempuran sengit terjadi juga di sisi utara kota Raqqa. Dari sisi timur kota SDF mendapat kemajuan setelah dapat merebut beberapa desa dari sana.

Pasukan Kurdi telah melakukan Operasi untuk merebut Raqqa sejak november dimulai dengan merebut daerah di utara Raqqa dan mulai menutup jalur menuju Raqqa dari sisi timur, barat dan utara.  Pada pekan lalu pasukan Kurdi ini telah sampai di gerbang kota Raqqa disebelah utara.

Serangan dimulai dengan serangan udara dari koalisi pimpinan Amerika kemudian pasukan Kurdi menyerbu dari darat, penyerangan dilakukan 24 jam setelah pasukan Kurdi mengumumkan untuk merebut Raqqa dari tangan militan ISIS. Talal Sillo juru bicara SDF mengatakan kepada wartawan bahgwa serangan ini terkoordinasi dengan pasukan koalisi pimpinan AS. Pertempuran ini diperkirakan tidak akan berlangsung mulus pasalnya militan IS pasti akan memberikan perlawanan yang hebat dari Raqqa.

Laporan dari badan HAM oposisi menyebutkan setelah serangan udara koalisi diikuti serangan darat mengakibatkan setidaknya 12 orang terbunuh dalam serangan ofensif tersebut.

Raqqa merupakan salah satu kota pertama yang berhasil ditaklukkan oleh IS pada 14 Januari 2014 kemudian IS menjadikan kota tersebut sebagai ibukota bagi IS.

Sebelumnya Amerika Serikat telah memberi bantuan kepada Pasukan Kurdi berupa perlengkapan personel, persenjataan hingga penasihat militer untuk melakukan serangan ofensif tersebut.

Sementara di Irak IS mengalami situasi yang hampir sama menghadapi pasukan Irak yang mencoba merebut kota terbesar di Irak yaitu Mosul. ISIS berhasil merebut banyak wilayah di Suriah dan Irak pada 2014 dan mendirikan kekhalifahan sendiri.

Gencatan Senjata Gagal, 2.000 Orang Masih Terjebak di Marawi

TEMPO.CO, Kota Marawi—Sekitar 2.000 penduduk Marawi, Mindanao, terjebak tanpa makanan selama dua pekan terakhir, setelah gencatan senjata yang diinisiasi Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan Fron Pembebasan Islam Moro (MILF) gagal.
ilustrasi
Seperti dilansir AFP Senin 5 Juni 2017, gencatan senjata yang diharapkan berlangsung selama empat jam pada Ahad lalu, berakhir lebih cepat setelah kedua pihak melanggar kesepakatan.

Dari 2.000 lebih penduduk yang berusaha dievakuasi, pemerintah Filipina baru dapat menyelamatkan 170 orang.
Menurut juru bicara Komite Manajemen Krisis Provinsi Zia Alonto Adiong kepada AFP, kegagalan mengevakuasi ribuan penduduk selain terhalang oleh gencatan senjata yang hanya berlangsung singkat, juga disebabkan oleh aturan militer Filipina sendiri.

Menurut Adiong, tim penyelamat hanya diperbolehkan militer mengevakuasi penduduk di wilayah sekitar kota, tetapi dilarang menolong warga yang berada di dalm kota Marawi.

“Kami merasa kecewa dan dikhianati. Kita bicara tentang nyawa ribuan penduduk yang telah hidup 13 hari tanpa makanan, Demi Tuhan,” kata Adiong, kesal.
Ribuan warga sipil di Marawi terjebak selama dua pekan terakhir setelah milisi bersenjata yang loyal kepada Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS, berusaha merebut kota tersebut. Pemerintah Filipina menyebut selama pertempuran tersebut, sekitar 178 orang dilaporkan tewas, termasuk 10 tentara Filipina yang meninggal karena serangan udara militer.

Sebanyak 120 milisi bersenjata tewas di Marawi, termasuk depalan milisi asing. Sementara 38 tentara dan 20 warga sipil juga meregang nyawa dalam serangan tersebut.