Showing posts with label timur tengah. Show all posts
Showing posts with label timur tengah. Show all posts

8 Tentara Turki Tewas Dalam Bentrokan Bersenjata di Afrin Suriah

Dikabarkan 8 tentara Turki tewas dalam sebuah pertempuran di wilayah Afrika Utara, tepatnya di Afrin. Lebih lanjut laporan itu menyebutkan 13 lainnya cedera dalam pertempuran yang terjadi pada hari kamis lalu.
Ini merupakan laporan paling menyedihkan dari Tentara Turki sejak kehadiran Pasukan Turki di Afrin untuk memerangi pemberontak milisi Kurdi. Tentara Turki telah melakukan kampanye militer untuk memerangi milisi Kurdi di Afrin sejak bulan januari lalu.

Disisi lain Dewan Hak Asasi Manusia PBB sedang memperdebatkan situasi diwilayah Ghouta Timur dimana pasukan Suriah dibantu Rusia melakukan pengepungan dan penggempuran terhadap kantong-kantong perlawanan pemberontak di Ghouta Timur. 
tentara turki mengibarkan bendera di afrin

Lebih dari 580 orang dilaporkan tewas di daerah yang dikuasai oleh pemberontak di dekat damskus sejak pasukan pemerintah dibantu sekutunya Rusia mengintensifkan pengeboman pada tanggal 18 februari, bahkan kehancuran Ghouta Timur tertangkap citra satelit.

Sebnyak 393.000 warga sipil terjebak dalam pertempuran disana, selain itu mereka kekurangan pasokan makanan dan obat-obatan.

Militer Turki mengumumkan gugurnya para tentara Turki, tidak ada rincian resmi dari pertempuran yang namun kantor berita swasta Dogan melaporkan bahwa Milisi Kurdi menggunakan terowongan untuk menyergap pasukan khusus Turki di distrik Kaltepe.

Kemudian laporan itu menambahkan sebuah helicopter dikirim untuk menyelamatkan dan mengevakuasi tentara yang terkena luka tembak. Ribuan warga sipil di Afrin telah meninngalkan rumah mereka setelah pasukan Turki memulai kampanye militernya untuk memerangi militant YPG Kurdi.

pemerintahTurki mengatakan bahwa militant YPG Kurdi adalah bagian dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) , PKK merupakan kelompok yang memperjuangkan otonomi kurdi di Turki Tenggara. Pemerintah Turki telah memasukkan PKK sebagai kelompok teroris.

YPG dianggap sebagai perpanjangan dari PKK, namun pihak PPG menyangkal tuduhan tersebut.
Kelompok pemantau Hak Asasi Manusia untuk Suriah melaporkan lebih dari 141 warga sipil tewas namun pihak Turki menolak laporan tersebut dan mengatakan bahwa hanya militan Kurdi yang menjadi sasaran operasi.

Bulan lalu amnesty internasional mengatakan adanya pemboman membabi buta telah membunuh sejumlah warga sipil di Afrin.

Perang Teluk Persia, Ketika Irak Menyerang Kuwait


Setelah 8 tahun berperang dengan Iran (1980-1988), Irak mulai kembali menata negaranya. Akibat perang 8 tahun Irak memiliki banyak hutang dengan negara lain diantaranya dengan kuwait yang mencapai $30 miliar, oleh karena itu Irak dibawah pimpinan Saddam Hussein pada 1990 Saddam berencana untuk meminta negara-negara di teluk arab untuk memotong produksi minyak mereka kemudian menaikkan harga minyak dunia. Namun negara-negara teluk menolak usulan tersebut, Saddam merasa dikhianati oleh negara-negara arab karena keengganan tersebut.

Kemudian Irak beralih ke Kuwait dan menuduh negara tersebut telah mencuri persediaan minyak disepanjang perbatasan Rumayla, Irak mengerahkan sejumlah pasukan besar ke perbatasan Kuwait. Pada tanggal 2 Agustus 1990 Saddam memerintahkan pasukannya menyerbu wilayah Kuwait  dengan  120.000 pasukan yang terdiri dari 7 divisi didukung dengan ribuan tank memasuki perbatasan Kuwait dan dengan cepat dapat di kuasai kemudian angkatan udara Irak membombardir Kuwait City dihari yang sama. Kekuatan angkatan perang Kuwait tidak bisa membendung laju tentara Irak namun begitu, Pasukan Kuwait dapat memperlambat gerak maju tentara Irak untuk kemudian dimanfaatkan untuk mengungsikan keluarga kerajaan kuwait menuju Arab Saudi.

Tak lama setelah didudukinya wilayah Kuwait Saddam Hussein mengumumkan Kuwait sebagai Provinsi ke-19 dari Irak.

Merespon invasi tersebut PBB mengeluarkan resolusi serta mengecam tindakan Irak, dunia internasional mengutuk dan memulai memberikan sanksi, pemutusan hubungan dagang , hingga embargo terhadap Irak.

Kedatangan Pasukan Koalisi

Pihak Kerajaan dipengasingan dengan segera meminta bantuan kepada Amerika Serikat. Arab Saudi yang juga khawatir wilayahnya akan ikut diserang oleh Irak mengundang Amerika untuk ikut masuk dalam perang tersebut. Pada 3 Agustus 1990 PBB memperingatkan Irak untuk menarik pasukannya dari Kuwait, tiga hari kemudian raja Fahd dari Arab Saudi bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Richard Cheney untuk meminta bantuan AS. Sebelumnya Saddam Hussein begitu percaya diri bahwa negara-negara teluk tidak akan meminta bantuan dari barat untuk masuk ke Timur Tengah. Namun prediksi Saddam Hussein meleset 2/3 dari 21 negara teluk meminta intervensi luar khususnya dari NATO.

Aksi Pasukan Sekutu di Pertempuran (Photos By Wikipedia)
Setelah itu pasukan sekutu yang dipimpin oleh AS mulai menumpukkan kekuatan militernya di beberapa negara teluk. Pesawat dan pasukan darat dikirim ke Mesir, Arab Saudi dan beberapa negara Teluk lainnya.
Sementara di Kuwait, Irak menambah kekuatan pasukannya hingga mencapai 300.000 pasukan, untuk mendapatkan simpati dari masyarakat muslim Saddam menyebut perang tersebut sebagai Jihad, perang suci melawan Koalisi.

16 Januari menjadi awal perang, setelah sebelumnya PBB mengumumkan mengesahkan” semua cara yang diperlukan” untuk melawan Irak jika tidak menarik pasukannya paling lambat 15 Januari dimana pesawat tempur dan bomber pasukan koalisi melakuakn kampanye pemboman lewat udara dengan target instalasi militer terutama fasilitas AU serta senjata anti pesawat dan instalasi sipil Operasi tersebut dikenal sebagai Operasi Desert Storm.

Selama 42 hari kekuatan udara NATO terus menggempur Irak dengan lebih dari 100.000 serangan serta menjatuhkan 88.500 ton bom, operasi tersebut dipimpin oleh Letnan Jenderal USAF Chuck Horner.
Pada pertengahan februari tepatnya tanggal 24 Februari pasukan koalisi meluncurkan operasi darat yang dikenal dengan Operation Desert Sabre yaitu serangan ofensif koalisi dari timur laut arab Saudi ke wilayah kuwait dan selatan Irak dalam waktu 3 hari pasukan koalisi dapat merebut kota Kuwait. Smentara pasukan lapis baja AS maju sejauh 200 km ke irak dari arah barat Kuwait dan menghancurkan pasukan cadangan lapis baja irak dari belakang garis pertahanan Irak.
Pada 27 Februaru pasukan koalisi berhasil menghancurkan sebagian besar unit pasukan Garda Republik Irak yang mencoba membuat pertahanan di al-Ba’rah bagian tenggara Irak.
Sehari setalahnya 28 Februari Presiden G. Bush mengumumkan gencatan senjata, dan perlawanan pasukan Irak telah hancur. Irak akhirnya menyetujui syarat yang diajukan sekutu diantaranya Irak mengakui kedaulatan Kuwait dan menyingkirkan semua senjata pemusnah massal (nuklir, biologi dan kimia). Tidak ada angka resmi mengenai jumlah pasukan Irak yang ikut bertempur namun diperkirakan berjumlah 180.000 sampai 630.000 dimana Irak kehilangan 8.000 sampai 100.000 tentaranya sedangkan di pihak Koalisi kehilangan sekitar 300 tentara.

Serangan Rudal Scud Irak ke Israel

Selama 7 minggu pertempuran setidaknya terdapat 88 rudal scud yang dilepaskan dari Irak. Irak mencoba melakukan tindakan provokasi untuk menarik Israel kedalam Perang, Irak yakin jika Israel ikut dalam perang tersebut maka negara-negara teluk akan menarik diri karena tidak akan ikut berperang bersama Israel.

Warga Sipil Israel Menggunakan Masker Untuk Menghindari Senjata Kimia Irak yang Dibawa Rudal Scud (Photos By Wikipedia)
Presiden Bush kemudain membujuk PM Israel untuk tidak melakukan pembalasan terhadap Irak dan menarik kembali jet tempurnya AS Khawatir jika Israel menyerang Irak negara-negara Arab akan meninggalkan koalisi. 

Sebanyak 74 warga Israel dalam serangan tersebut diduga rudal Scud tersebut mengangkut senjata kimia dikarenakan korban tewas mengalami lemas dan sesak nafas.

Ada kejadian unik dimana 137 pesawat Irak melarikan diri dengan menyeberangi perbatasan Iran dan mendarat disana untuk menghindari pasukan koalisi, 137 pesawat tersebut tidak pernah kembali setelah perang berakhir. Kejadian ini sangat aneh sekaligus konyol karena seblumnya Irak dan Iran terlibat Perang selama 8 tahun dan bakhir 2 tahun sebelum penyerangan Irak atas Kuwait.

Israel Menyerang Posisi Tentara Suriah di Perbatasan Dataran Tinggi Golan

Pasukan Pertahanan Israel pada sabtu kemarin (25/6) melancarkan serangan terhadap posisi militer Suriah di datarn tinggi Golan, daerah tersebut menjadi daerah sengketa bagi kedua negara. Serangan terjadi didekata perbatasan kedua negara.
 
Peta Dataran Tinggi Golan
Tindakan serangan tersebut merupakan balasan terhadap puluhan proyektil yang di tembakkan militer Suriah ke wilayah Israel. Tembakan yang masuk ke daerah Israel diduga adalah tembakkan yang salah sasaran akibat konflik didalam negeri yang masih berlangsung di Suriah.

Lebih dari 10 proyektil mendarat di wilayah Israel yang berbatasan dengan Suriah. Namun, dilaporkan tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka akibat proyektil nyasar tersebut. Israel melancarkan serangan tersebut untuk memperingatkan kedaulatan negaranya.

Untuk merespon situasi tersebut Israel mengirimkan pesawat tempurnya untuk menargetkan 3 posisi dimana proyektil ditembakkan, serangan tersebut berhasil menghancurkan dua tank milik militer pemerintah Suriah.
Tentara Israel dilaporkan menyerang sebuah truk pengangkut amunisi dan 2 artileri medan di golan bagian Suriah.

SANA kantor berita milik pemerintah melaporkan beberapa orang tewas dalam serangan udara yang dilakukan Angkatan Udara Israel tersebut. SANA mengatakan bahwa pertempuran di wilayah tersebut terjadi antara tentara pemerintah Suriah dengan kelompok militan Front al-Nusra.

Israel mengajukan nota protes resmi ke badan pengawas milik PBB yang memantau hubungan antara Israel dan Suriah di dataran tinggi Golan, Israel menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan Israel yang tidak dapat diterima.

Isreal merebut dataran tinggi Golan dari Suriah saat perang timur tengah tahun 1967.

Militer Rusia Mengklaim Kemungkinan Angkatan Udaranya Telah Membunuh Abu Bakr al-Baghdadi

Pihak militer Rusia pada Jum’at (16/6) kemarin mengeluarkan pernyataan bahwa kemungkinan militernya telah berhasil membunuh Khalifah Islamic State, Abu Bakr al-Baghdadi dalam sebuah serangan udara Angkatan Udara Rusia di sebuah gurun diluar ibukota Raqqa.


Serangan tersebut terjadi bulan lalu tanggal 28 mei disebuah gurun diluar Raqqa, ketika itu informasi yang diterima Angkatan Udara Rusia mengetahui pertemuan para pejabat Negara Islam, setelah mengetahui akan adanya pertemuan tersebut dilakukanlah serangan Udara. Pihak Angkatan Udara Rusia menduga Abu Bakr al-Baghdadi ikut terbunuh dalam serangan tersebut.

Namun pihak Amerika tidak bisa menguatkan pernyataan yang dikeluarkan oleh militer Rusia tersebut. Pihak barat dan Irak skeptis dengan kematian pemimpin negara islam yang mengangkat dirinya pada 2014 lalu di Mosul.

Pemimpin Negara Islam tersebut telah berulang kali dilaporkan meninggal hingga terluka namun klaim tersebut tidak disertai adanya bukti yang faktual sehingga kematian al-Baghdadi tidak diakui.
Seorang pejabat pertahanan AS mengkonfirmasi bahwa benar Angkatan Udara Rusia sangat aktif melakukan serangan udara di wilayah selatan Raqqa yang di klaim oleh pihak militer Rusia tempat terbunuhnya al-Baghdadi.

Tidak ada kabar tentang keberadaan ataupun aktivitas al-Baghdadi setelah terakhir pemimpin IS itu mengeluarkan sebuah pernyataan melalui rekaman audio kepada para pejuang di Mosul untuk tetap teguh menghadapi serangan pasukan Irak yang didukung AS untuk merebut Mosul.

Menteri Luar negeri Rusia pun Sergey Lavrov belum mendapat konfirmasi 100 persen terhadap klaim tersebut kalim tersebut masih membutuhkan bukti yang faktual yang bisa menguatkan klaim tersebut.
Jika kematian al-Baghdadi benar adanya maka ini akan menjadi pukulan bagi IS yang sedang mengalami penyusutan wilayah akibat serangan gencar pasukan koalisi dan Rusia untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai oleh para militan IS.

Rusia masuk Suriah pada tahun 2015 ketika itu Rusia mengirimkan pesawat kargo dalam misi kemanusiaan namun kemudian Rusia secara terang-terangan membantu kekuatan militer Suriah dalam memerangi Islamic State agar kelompok tersebut tidak mendapat simpati dari muslim Rusia khususnya di selatan Rusia, chechnya.

Diyakini Rusia memiliki jaringan intelijen yang kuat didalam tubuh IS sendiri dengan memanfaatkan muslim Chechnya dan Georgia untuk masuk kedalam kelompok tersebut.

Qatar Membeli Jet Tempur F-15 Senilai $12 Miliar ditengah Krisis Diplomatik

Di tengah krisis diplomatik dikawasan negara teluk diman Qatar dikucilkan karena dianggap mendukung gerakan teror di wilayah teluk, Qatar telah menyepakati pembelian untuk mendatangkan F-15 dari Amerika Serikat dengtan nilai $12 miliar sebagai upaya Qatar untuk meningkatkan hubungan militer kedua negara. Dimana Qatar menjadi basis utama penempatan tentara AS di kawasan teluk persia.


Menteri pertahanan negara tersebut, Khalid Attiyah menandatangani kesepakatan pembelian pesawat tempur tersebut dengan menteri pertahanan Amerika James Mattis di Washington, dimana para pejabat Qatar mengadaka pembicaraan mengenai krisisi diplomatik yang sedang melanda Qatar.

Qatar dituduh mendukukng gerakan teror seperti memberi dukungan kepada kelompok Hamas dan Ikhwanul Muslimin yang dilarang di Mesir. Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatik dan memutus jalur darat, laut dan udara yang menuju ke Qatar sehingga membuat negara kaya minyak dan Gas tersebut terancam mengalami krisis pangan akibat blokade yang dilakukan negara-negara tetangganya.

Attiyah menambahkan kesepakatan tersebut dapat meningkatkan “kerjasama militer untuk kolaborasi strategis yang lebih dekat dalam melawan terorisme dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut da sekitarnya” ungkap Attiyah yang dikutip melalui media resmi milik Qatar.

Amerika memiliki pangkalan militer yang ditempatkan diwilayah Qatar diman didalam pangkalan militer tersebut terdapat sekitar 10.000 personel AS yang terletak sebelah selatan Doha, tepatnya di al-Udeid.

Sebelumnya pada bulan November AS menyetujui penjualan pesawat F-15 sebanyak 72 jet tempur dari Boeing dengan nilai $21,1 miliar. Qatar dalam 5 tahun belakangan melakukan pembicaraan dengan AS, Perncis, dan Inggris untuk memodernisasi kemampuan kekuatan udaranya untuk menggantikan armada jet tempur Mirage miliknya.

Tahun lalu Qatar telah sepakat setuju untuk membeli 24 pesawat tempur Dassault Rafale, Perancis dengan nilai kontrak $7,5 miliar.

Amerika Mengevakuasi Sejumlah Komandan ISIS Dari Pengepungan Raqqa

Laporan dari media Al-Manar TV menyebutkan bahwa militer Amerika melakukan evakuasi terhadap sejumlah komandan militan ISIS keluar dari Raqqa yang saat ini sedang di kepung. Militer Amerika melakukan operasi evakuasi dengan helikopter menuju tempat yang dirahasiakan oleh militer.


Masih menurut Al-manar, mengutip dari pejabat Dewan Ammar Assad mengatakan bahwa tiga minggu lalu, helikopter Amerika Serikat mengavakuasi sejumlah komandan dari militan Islamic State (IS) dari Raqqa dan kebanyakan dari mereka berkewarganegaraan barat.

Assad menambahkan Bahwa AS menekan pasukan Kurdi yang tergabung dalam pasukan Demokratik Suriah (SDF) untuk membiarkan sejumlah teroris IS untuk meninggalkan Raqqa.

Sementara itu pasukan dari pemerintah Suriah justru sedang gencar melakukan serangan besar-besaran ke wilayah Raqqa pada hari senin lalu menargetkan benteng-benteng terakhir IS di desa bagian barat provinsi tersebut.

Pasukan Suriah yang dipimpin oleh kesatuan elit mereka Pasukan Harimau berhasil membebaskan beberapa desa di bagian barat Raqqa dan membuka jalan bagi kemajuan pasukan Suriah untuk merebut ladang minyak utama Rusafa pada hari selasa pagi.

Sebenarnya semua wilayah di bagian barat ladang minyak Rusafa telah dibebaskan. Namun tentara belum bisa masuk ke ladang minyak tersebut dikarenakan adanya potensi bahaya seperti Improvised Explosive Devices (IED) yang dipasang oleh para militan IS setalah melakukan gerakan mundur dari wilayah tersebut.
Ankatan darat Suriah telah mencapai wilayah sekitar Tabaqa yang juga menjadi gari pertemuan dengan pasukan demokratik suriah yang didukung oleh Amerika Serikat.

Berbagai kelompok teroris yang didiukung oleh kekuiatan asing mendatangkan malapetaka bagi Suriah sejak 2011. Selam beberapa bulan terakhir pasukan Suriah melakukan serangan besar-besaran terhadap kekuatan IS di wilayah Suriah.

Suriah menyalahkan Amerika dan sekutu regionalnya Arab Saudi sebagai pendukung utama kelompok teroris di negara Suriah.
Seorang Pejabat Senior IS Tewas dalam Sebuah Serangan Di Raqqa Timur

Seorang Pejabat Senior IS Tewas dalam Sebuah Serangan Di Raqqa Timur

Pada hari minggu sumber dari militer menyatakan seorang pejabat senior dari kelompok radikal Islamic State terbunuh bersama dengan beberapa jihadis lainnya dalam sebuah serangan yang dilakukan oleh Syria Democratic Force (SDF) yang dipimpin oleh kelompok Kurdi dikota Raqqa, ibukota de facto dari Islamic State.

Jihadis yang berasal dari Tunisia ini dikenal dengan nama Abu Khattab al-Tunsi, dia juga merupakan kepala operasi militer di bagian Raqqa timur, Abu Khattab terbunuh dengan luka tembak dari pasukan SDF.

Seorang Juru bicara dar SDF memberi keterangan kepada media pada hari minggu (11/6) “sedikitnya 12 jihadis IS tewas dalam pertempuran dengan SDF di bagian timur Raqqa. Diantara korban yang berhasil dibunuh ada Abu Khattab” tutur juru bicara tersebut.

“kematian al-Tunsi akan menjadi pukulan berat bagi kelompok teror IS. Dia memimpin operasi militer di Raqqa timur” kata pejabat Kurdi.

Sementara itu di medan perang yang lain para militan IS melancarkan serangan atas markas SDF di bagian utara Raqqa dengan meluncurkan beberpa mortir ke arah pos pemeriksaan keamanan milik SDF di desa al-Kleb dan Shahir di utara Raqqa pada tengah malam di hari minggu.

“ledakan mortir tersebut menyebabkan pasukan dari SDF mengalami cedera setidaknya ada 6 pejuang SDF yang terluka, dan sekarang sedang dirawat oleh tim medis di Raqqa Utara” menurut sumber dari militer Kurdi.

Serangan ini terjadi setelah SDF melakukan serangan besar-basaran terhadap militan IS untuk merebut kota Raqqa yang merupakan wilayah IS sejak gerakan teroro tersebut menguasai wilayah tersebut pada tahun 2014.

Para pejuang Kurdi dibantu dengan persenjataan yang di suplai oleh Amerika mulai mengumumkan Operasi untuk merebut kota Raqqa pada hari selasa kemarin. Hasilnya beberapa lokasi telah berhasil dibebaskan dari tangan IS.

Mesir Telah Menerima Batch Pertama Sistem Pertahanan Rudal S-300 Dari Rusia

Pada hari selasa Angkatan Darat Mesir dikabarkan telah menerima batch pertama sistem rudal pertahanan S-300M Antey-2500 dari Rusia. Sebuah gambar menunjukkan rudal-rudal itu sedang bongkar muat disebuah pelabuhan di Mesir.


Secara resmi Mesir menjadi pengguna S-300MV pertama diluar Rusia untuk penggunaan sistem pertahanan canggih ini. Sistem pertahanan ini dapat mencegat dan menghancurkan pesawat terbang juga rudal termasuk rudal balistik dapat mengcover radius wilayah yang luas.

Tentara Mesir telah memesan sebanyak 3 resimen S-300MV dari Rusia, yang tentunya akan mempengaruhi keseimbangan kekuatan di kawasan.

Sistem pertahanan rudal buatan Rusia ini merupakan salah satu rudal pertahanan canggih di kelasnya. Dapat memberikan prlindungan terhadap pesawat dan rudal. Sistem pertahanan rudal ini dirancang untuk bisa mencegat dan menghancurkan rudal balistik jarak pendek dan menengah, rudal aerobalistik, rudal jelajah, pesawat, electronic countermeasure (ECM), dan munisi berpandu.

Sistem pertahanan rudal ini menjangkau wilayah dalam jarak 250 km dan taget pada ketinggian 30 km. Sistem ini dapat mencegat dan menghancurkan target 24 pesawat hingga 16 rudal sekaligus dalam waktu bersamaan.

Pasukan Kurdi Suriah Mulai Menyerang Untuk Merebut Ibukota ISIS

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didominasi dari suku Kurdi Suriah mulai melakukan serangan ofensif ke kota Raqqa. Raqqa merupakan ibukota dari Islamic State secara de facto, saat ini pasukan Kurdi telah berhasil menembus pertahanan dari Islamic State pernyataan tersebut diberikan oleh komandan SDF.
  
“Pasukan kami berhasil memasuki kota Raqqa dari distrik Al-Meshleb di sebelah timur” kata Rojda Felat, Komandan SDF. Pertempuran sengit terjadi juga di sisi utara kota Raqqa. Dari sisi timur kota SDF mendapat kemajuan setelah dapat merebut beberapa desa dari sana.

Pasukan Kurdi telah melakukan Operasi untuk merebut Raqqa sejak november dimulai dengan merebut daerah di utara Raqqa dan mulai menutup jalur menuju Raqqa dari sisi timur, barat dan utara.  Pada pekan lalu pasukan Kurdi ini telah sampai di gerbang kota Raqqa disebelah utara.

Serangan dimulai dengan serangan udara dari koalisi pimpinan Amerika kemudian pasukan Kurdi menyerbu dari darat, penyerangan dilakukan 24 jam setelah pasukan Kurdi mengumumkan untuk merebut Raqqa dari tangan militan ISIS. Talal Sillo juru bicara SDF mengatakan kepada wartawan bahgwa serangan ini terkoordinasi dengan pasukan koalisi pimpinan AS. Pertempuran ini diperkirakan tidak akan berlangsung mulus pasalnya militan IS pasti akan memberikan perlawanan yang hebat dari Raqqa.

Laporan dari badan HAM oposisi menyebutkan setelah serangan udara koalisi diikuti serangan darat mengakibatkan setidaknya 12 orang terbunuh dalam serangan ofensif tersebut.

Raqqa merupakan salah satu kota pertama yang berhasil ditaklukkan oleh IS pada 14 Januari 2014 kemudian IS menjadikan kota tersebut sebagai ibukota bagi IS.

Sebelumnya Amerika Serikat telah memberi bantuan kepada Pasukan Kurdi berupa perlengkapan personel, persenjataan hingga penasihat militer untuk melakukan serangan ofensif tersebut.

Sementara di Irak IS mengalami situasi yang hampir sama menghadapi pasukan Irak yang mencoba merebut kota terbesar di Irak yaitu Mosul. ISIS berhasil merebut banyak wilayah di Suriah dan Irak pada 2014 dan mendirikan kekhalifahan sendiri.

Pasukan Suriah Berhasil Merebut Kota Strategis Di Provinsi Aleppo

DailyMail- Pasukan Pemerintah Suriah pada minggu (4/6) berhasil merebut kota penting di bagian timur Aleppo. Pasukan pemerintah Suriah menyebut ini sebagai bagian dari operasi militer untuk mengusir militan Isamic State dari Provinsi Allepo.

Perebutan kota Maskana yang berada di tepi barat danau Assad, sebagai bagian dari Operasi Militer utama yang didukung oleh Rusia. Operasi militer ini dilakukan sejak pertengahan januari lalu dalam upaya mengusir jihadis dari provinsi tersebut. 


(ilustrasi)

“pasukan militer terus maju di timur Allepo dan terus memburu kelompok militan tersebut” kata sumber militer yang dikutip dari media setempat.

“keamanan dan stabilitas telah dikembalikan dikota strategis Maskana Dan sejumlah tempat ” tambah sumber militer.

Maskana adalah target utama operasi militer pasukan pemerintah Suriah, terletak sekitar 15 km dari Raqqa ibukota IS. Pasukan demokratik Suriah yang didukung AS segera akan menyerang kota Raqqa.

Pasukan Suriah sejauh ini diperkirakan tidak akan berpartisipasi dalam operasi perebutan kota Raqqa.
Sbuah sumber militer mengatakan pada AFP “daerah Maskana adalah daerah yang banyak populasi sipil penting terakhir di perbatasan antara Aleppo dan Raqqa”

“siapapun yang mengendalikan Maskana akan mengendalikan akses antara Aleppo dan Raqqa” tambahnya.
Kehadiran IS disebelah timur Alleppo kini sudan berakhir.

Tentara Suriah telah merebut 200 kota dan desa sejak diluncurkannya operasi di timur Aleppo, setelah merebut ibukota provinsi tersebut pada bulan Desember.

Lebih dari 320.000 orang terbunuh dalam konflik yang berlangsung di Suriah sejak dimulai pada Maret 2011 yang diawali dengan demonstrasi anti pemerintah.